AS dan Inggris Dukung Hasil Pemilu Irak

AS dan Inggris Dukung Hasil Pemilu Irak

- detikNews
Senin, 14 Feb 2005 06:32 WIB
Jakarta - Dua negara yang memelopori terjadinya invasi yakni Amerika Serikat dan Inggris menyatakan dapat menerima hasil pemilu Irak. Meski demikian, 2 negara tersebut mengingatkan agar pemerintahan sementara Irak tetap membutuhkan langkah-langkah untuk menghadapi adanya kemungkinan boikot dari pihak yang kalah."Dua minggu lalu lebih dari 8 juta rakyat Irak menentang teroris dan pergi ke tempat pemilihan umum," kata Presiden AS George W. Bush dalam pernyataannya seperti di lasir dari news.com.au., Senin (14/2/2005). Menurut Bush, pihaknya bisa dengan bangga menerima hasil pemilu di negeri 1001 malam ini. "Dunia melihat antrean panjang laki-laki Irak dan wanita saat memberikan suara dalam suasana yang bebas dan adil untuk pertama kalinya," tukasnya.Sementara Menlu Inggris Jack Straw secara terpisah mengatakan, hasil ini menunjukkan Irak sudah mengambil langkah menuju demokrasi. "Warga Irak sudah mengambil langkah penting menuju kehidupan yang demokratis mendatang,"tandasnya. Dalam kesempatan tersebut, Straw juga mengucapkan selamat atas terpilihnya anggota Majelis Nasional Transisi Irak. "Kami berharap mereka bisa mengerjakan tugas pertamanya dengan baik yakni pemilihan Presiden dan wakil presiden," tuturnya.Seperti diketahui, koalisi kelompok Syiah akhirnya memenangkan pemilu di Irak dengan memperoleh 48 persen atau sekitar 8,5 juta suara. Posisi kedua ditempati aliansi kelompok Kurdi dengan 26 persen atau sekitar 2,175 juta suara. Sedangkan Partai perdana menteri sementara Irak Iyad Allawi hanya memperoleh dukungan sebanyak 14 persen atau 1.168 juta suara. (ton/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads