Hampir 400 Ribu Tiket Terjual, KAI: Jangan Akses Situs Bersamaan Untuk Pemesanan

ADVERTISEMENT

Hampir 400 Ribu Tiket Terjual, KAI: Jangan Akses Situs Bersamaan Untuk Pemesanan

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 19:53 WIB
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah menjual tiket arus mudik Lebaran hampir 400 ribu seat. KAI yang akan menyediakan 15 kereta tambahan mengimbau agar calon penumpang tidak mengakses situs KAI secara bersamaan saat memesan tiket.

"Hingga 20 April kemarin, tercatat sudah 397.815 tiket yang terjual. Jumlah pemesanan tiket tertinggi yaitu pada keberangkatan H-2 Lebaran," ungkap Dirut KAI Edi Sukmoro di kantor Jakarta Railway Center (JRC), Juanda, Jakpus, Selasa (21/4/2015).

Menurut Edi, tiket yang masih tersisa untuk keberangkatan H-2 Lebaran merupakan tiket arus dari arah barat menuju timur atau yang dari arah Jatim-Jateng menuju Jakarta dan atau Bandung. Tiket yang masih tersisa untuk arus tersebut masih sekitar 51% dari total ketersediaan tiket.

Website tiket.kereta-api.co.id sempat down karena banyak penumpang yang langsung mengakses setelah pemesanan dibuka pada pukul 00.00 WIB. Alhasil, KAI pun menambah bandwidth dari 120 Mbps menjadi 260 Mbps. KAI juga menambah server untuk aplikasi KAI Access dari yang tadinya 3 menjadi 7 server.

"Sementara untuk web KAI penambahan server dilakukan hingga 12 server dari asalnya 6 server. Selama masa penjualan tiket KA Lebaran ini, tim IT KAI pun standby 24 jam untuk memantau kondisi server sekaligus mengantisipasi gangguan," kata Edi.

Puncak pemesanan tiket melalui website KAI, kata Edi, terjadi pada pemesanan untuk tiket H-3 yang dibuka pada 15 April lalu. Jumlah aksesnya mencapai 27 juta hit dan user yang antre untuk masuk ke sistem sebanyak 28-29 ribu user/detik.

"Saya lihat di monitor kemarin memang cukup tinggi sekali. Makanya ditambah agar pemesanan berikutnya (KA tambahan) bisa lebih baik. Jangan sampai bisa masuk tapi nggak dapat tiket," jelas Dirut SDM dan IT KAI Kuncoro Wibowo di lokasi yang sama.

"Selain dinaikin (bandwidth dan server) semua, kita minta masyarakat jangan akses bersamaan. Akhirnya ada antrian, kemarin itu makanya keluar 'bad gateway' (di situs) itu karena antrian," sambungnya.

Jika terjadi hal demikian, Kuncoro meminta agar user terus merefresh laman situs. Alangkah lebih baik jika calon penumpang tidak membeli serentak saat pemesan dibuka pada pukul 00.00 WIB karena justru akan kesulitan mendapat tiket.

"Paling bagus setelah jam 3 atau jam 6 pagi. Dalam proses mungkin ketersedian 0 tapi nanti bisa tumbuh lagi karena batas pembayaran kan 3 jam dari pemesanan, mungkin banyak yang nggak bayar atau nggak sempet bayar, makanya ketersediaannya tumbuh lagi," ucap Kuncoro.

Alternatif cara sukses mendapat tiket mudik lainnya menurut Kuncoro adalah dengan sistem estafet. Calon penumpang diminta membeli tiket dengan tujuan ke daerah-daerah yang tidak banyak dituju, baru melanjutkan dengan kereta atau moda lain.

"Misal dari Bandung dulu baru ke Yogya. Kalau perlu estafet, bisa nyambung jalur darat. Atau beli tiket yang ke arah Tegal lalu nyambung lagi. Karena beberapa jalur yang jarang dilihat orang ketersediannya lebih banyak. Cari rute lain itu, kalau bisa beli tiket untuk yang jangan hari H diinginkan, lebih jauh lagi. Pake estafet emang agak panjang waktunya tapi kemungkinannya lebih tinggi," tutup Kuncoro.

(ear/ndr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT