Alwi Bantah Jadi Utusan Pemerintah Intervensi PKB
Minggu, 13 Feb 2005 21:55 WIB
Jakarta - Ketua umum non aktif PKB yang menjabat Menko Kesra Alwi Shihab membantah dirinya menjadi perwakilan pemerintah guna mengintervensi PKB menjelang Muktamar pada 16-19 April mendatang. "Saya ini orang PKB kok, masak dibilang intervensi. Memangnya saya tidak boleh bicara"Demikian kata Alwi usai perayaan Imlek di Balai Sudirman, Jl. Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (13/2/2005).Ia menjelaskan, usul agar Gus Dur tidak menjadi ketua dewan syuro justru muncul dari kiai di Jawa Timur. "Banyak kiai yang mau Gus Dur itu tidak usah direpotkan lagi," tukasnya. "Kiai mana, Pak?" "Tanya saja, kan kiai di Jatim ada itu," kilahnya tanpa merinci nama kiai yang dimaksud. Menurutnya, Gus Dur lebih baik ditempatkan untuk mengurusi masalah strategis PKB. "Biar Gus Dur mengurusi masalah yang strategis saja tidak usah yang keseharian. Kalau yang itu serahkan sama yang orang yang waktunya cukup," ujar Alwi."Bukannya ini bentuk de-gusdurisasi?" "Tidaklah, Gus Dur kan orang hebat," tutur Alwi.Sebelumnya, fungsionaris PKB yang juga sekretaris FKB Helmy Faisal mendesak Presiden SBY untuk mengevaluasi kinerja Menko Kesra Alwi Shihab. Pasalnya, pernyataan Alwi mengenai Gus Dur tersebut bisa dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah.
(ton/)











































