Dalam jumpa pers, Retno mengatakan pertemuan mereka membahas seputar penguatan hubungan ekonomi kedua negara. Selain itu, keduanya juga membahas isu seputar kehidupan berdemokrasi.
"Kita telah punya platform untuk menguatkan hubungan bilateral. Kita fokus untuk tingkatkan ekonomi. Kedua, tentang komunalitas. Kita sepakat untuk aktif dalam menjaga komonalitas demokrasi," ujar Retno di depan Ruang Cendrawasih JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Indonesia juga memperoleh dukungan penuh dari Mongolia, Nigeria untuk menjadi anggota non permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 2016 mendatang.
"Indonesia mencari dukungan Mongolia untuk jadi anggota non permanen DK PBB. Nigeria juga mendukung Indonesia untuk jadi anggota non prmanen DK. Saya mengapresiasinya," lanjutnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wamenlu Burkina Faso Monsieur Michel Kafando. Usai pertemuan tersebut, Menlu Retno memanggil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak.
(aws/bar)











































