Mbalelo, Ketua Partai Demokrat Semarang Diganti
Minggu, 13 Feb 2005 16:42 WIB
Semarang -
Akumulasi kesalahan yang dilakukan Ketua DPC Partai Demokrat Semarang Prajoko Haryanto berbuah pahit. Dia dicopot dari posisinya sebagai ketua dan kembali menjadi kader biasa.Kesalahan fatal yang dilakukan Prajoko adalah melakukan tindak kekerasan pada saat rapat evaluasi di Kantor DPD Partai Demokrat Jateng, Jl Gajah Raya Semarang, Selasa (8/2/2004) malam. Dia memukul Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Subyakto dan merusak meja rapat. "Hal itu tidak seharusnya dilakukan oleh Prajoko. Dia kan ketua. Bukan seperti itu kader yang diinginkan Demokrat," kata Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Subyakto ketika ditemui di kediamannya, Jl. Semeru Barat Semarang, Minggu (13/2/2005).Dijelaskan, kesalahan lain yang menyebabkan dicopotnya Prajoko dari kursi ketua antara lain, Prajoko terlibat kasus pidana. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka karena kasus ijasah palsu. Lalu, Prajoko juga dimosi tidak percaya oleh 6 dari 9 pengurusnya."Prajoko juga tidak mematuhi Juklak dan Juknis Pilkada. Dalam aturan itu, DPC harus mencalonkan kader Demokrat, tapi ternyata mencalonkan orang lain. Akumulasi ini membuat kami harus bertindak," papar Subyakto.Subyakto yang juga Ketua Komisi A DPRD Jateng ini menegaskan, DPP pasti akan menyetujui keputusan itu. Pasalnya dalam pasal 17 ayat 3 AD/ART disebutkan DPD berwenang mereposisi pengurus di jajaran bawahnya sesuai kebutuhan. "Dia digantikan Wakil Ketua I DPD Didik Marsudi," katanya.Pemecatan dan penggantian itu sudah melalui prosedur sebagaimana AD/ART yakni pleno dan rapat. Untuk menormalkan situasi organisasi, pihak DPD menginstruksikan ketua pengganti segera melakukan koordinasi dengan seluruh pengurus DPC. Terutama untuk mempersiapkan pilkada Juni mendatang dan kongres. Ketika ditanyu soal kongres, Subyakto mengatakan DPD Jateng belum mengusung satu nama pun. Dia menilai kriteria yang disampaikan SBY sangat berat. Misalnya, calon harus tidak rangkap jabatan, punya hubungan keluar negeri, integritas partai, dan mampu berkomunikasi dengan setiap kelompok.
(jon/)










































