Pilwali Surabaya, Bambang DH Gandeng Pimred Jawa Pos
Minggu, 13 Feb 2005 14:01 WIB
Surabaya - Siapa yang bakal digandeng Bambang DH sebagai calon wakil walikota mendatang hingga kini masih misterius. Sebelumnya sempat terdengar kabar jika Ketua DPC PDIP Surabaya ini akan merangkul kader dari PKS. Namun kabar itu tak berlangsung lama. Namun tiba-tiba muncul kabar lain yang sangat mengagetkan, Bambang DH yang dikenal pendukung berat Megawati Sukarnoputri ini akan bersanding dengan Arif Affandi Pemimpin Redaksi Jawa Pos.Kabar itu berhembus sangat kuat. Bahkan di kalangan internal PDIP maupun masyarakat sudah menjadi pembicaraan. Dari sisi kekuatan politik yang dimiliki Arif Affandi banyak yang meragukan. Namun jika ditinjau dari kemampuan Arif dalam memanage sebuah institusi dan wawasan yang kedepan maka keraguan itupun luntur. "Saya sudah mendegar itu. Dan keduanya sudah saling ketemu dan mencocokan visi dan misi kedepan. Setidaknya langkah Bambang DH itu cermin bahwa dia tidak meremehkan kekuatan kelompok independen dalam pilwali mendatang,"ungkap salah seorang tim sukses Bambang DH yang enggan disebut namanya.Namun jika kabar itu menjadi kenyataan sangat mungkin keduanya mampu memenangkan pilwali dengan mudah dibanding lawannya, Juni mendatang. Alasannya kata dia, bahwa sosok Arif Affandi bisa diterima semua kelompok dan profesi di Surabaya."Selain itu dia mempunyai jiwa entreprenaur sehingga jika bersandingdengan Bambang DH bisa meweujudkan Surabaya yang lebih baik,"jelasnya.Dikonfirmasi terpisah, Adi Sutarwijono juru bicara Bambang DH tidak menyangkal kabar itu. Namun, mantan wartawan Tempo ini menilai jika segala kemungkinanmasih bisa terjadi. "Sampai saat ini belum ada keputusan final paket cawali dan cawawali yang ditentukan. Semua kemungkinan masih terbuka lebar. Mungkin saja dengan Arif Affandi atau dengan yang lain,"jelasnya melalui selulernya,Minggu(13/2/2005). Tetapi, Adi menilai sosok Arif Affandi merupakan figure alternatif dari kalangan independen yang mampu diterima lapisan masyarakat Surabaya. "Dia mempunyai eksepbilitas dan kapabilitas yang tidak diragukan lagi. Selain itu visi kedepan yang dimilikinya sinkron dengan Pak Bambang. Kalaupun itu terealisasi nantinya maka bisa artikan duet itu sebagai tonggak sejarah kepemimpinan yang ideal pemerintahan kota periode 2005-2010 yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Keduanya bisa menjadi ikon tampilnya kaum muda untuk sebuah perubahan di Surabaya. Tetapi yang perlu digaris bawahi bahwa semuanya belum final berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Detik demi detik peta bisa berubah lho,"kata bapak dua putra ini.
(jon/)











































