Menteri Agraria: Garuda Raksasa Punya Swasta, Bukan Milik Negara

Garuda Raksasa Tinggal Kenangan

Menteri Agraria: Garuda Raksasa Punya Swasta, Bukan Milik Negara

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 15:10 WIB
Menteri Agraria: Garuda Raksasa Punya Swasta, Bukan Milik Negara
Jakarta - Garuda raksasa di Cileungsi yang sempat mengundang decak kagum kini telah rata dengan tanah. Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan memastikan bangunan ini punya swasta dan bukan milik negara sehingga dia tidak tahu menahu soal pembongkarannya.

"Itu punya swasta, bukan punya negara. Saya belum dengar kalau itu punya negara. Karena tak mungkinlah karena menggusur orang saja heboh, apalagi ini membongkar gedung sebesar ini. Kalau tanah ini milik negara terus bangunannya dibongkar pasti heboh," kata Ferry ditemui detikcom di kantornya, Jl Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2015).

Ferry menduga, gedung itu sengaja dirobohkan pemiliknya karena sudah tak terpakai lagi. Saat pembongkaran tidak ada laporan dari kantor walikota atau bupati setempat ke kantornya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu pembongkaran kantor walikota tidak ngomong apa-apa, bupati juga tak ngomong apa-apa. Jadi nggak ada izin (pembongkaran). Ini kayak orang merobohkan gedungnya sendiri jadi tak heboh pas awal-awalnya, pasti kalau seperti itu milik swasta," kata Ferry yang memperkirakan bangunan itu dibongkar sebelum dia menjadi menteri pada 27 Oktober 2014.

Saat ditanya kepemilikan lahan untuk bangunan itu, Ferry menyatakan akan mengecek terlebih dulu. "Saya lagi tunggu data dari BPN Bogor, nanti saya cari tahu dari tanah ini milik siapa, mau dibikin apa dan kenapa dibongkar," katanya.

Setelah bangunan dibongkar pada periode 2013-2014, lahan bekas Garuda raksasa di Cileungsi itu seperti terlantar. Tanah di lokasi bangunan ini dikeruk sehingga menimbulkan lubang-lubang seperti kubangan kecil. Bagian depan lahan juga banyak berdiri lapak-lapak pedagang ilegal.

Informasi yang dikumpulkan detikcom, gedung Garuda itu semula di bawah kelolaan Yayasan Purbhakti Pertiwi pimpinan Mbak Tutut. Gedung yang dibangun tahun 1995 itu semula dimaksudkan untuk wisma atlet guna menyukseskan Sea Games 1997.


(nal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads