Sultan Minta Maaf ke Nelayan Pantai Selatan Yogyakarta
Minggu, 13 Feb 2005 13:46 WIB
Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono Xbeserta rombongan ke wilayah pantai selatan hari ini akhirnya menenangkan dan membuat lega para nelayan dan warga. Para nelayan pun sejak Jumat (11/2/2005)kemarin sudah ada yang berani melaut setelah ancaman badai tropis itu suda tidak ada."Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada nelayan Kulon Progo, Parangtritis dan Baron kalau kemudian ada yang tidak melaut karena telah mengeluarkan peringatandini," kata Sultan dihadapan para nelayan dan warga Pantai Trisik Desa Banaran kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo, Minggu (13/2/2005) pukul 09.00 WIB.Sultan dalam acara tur ke pantai mulai Pantai Trisik, Depok Parangtritis hingga Baron Gunung Kidul itu untuk memberikan penjelasan mengenai ancaman badai yang sempat mengantui warga beberapa hari lalu. Sultan dalam kunjungannya itu didampingi GKR Hemas, Wakil Gubenur Sri Paku Alam IX, Sekda DIY Bambang SP, Bupati Kulon Progo Toyo Santoso Dipo.Menurut Sultan pemerintah daerah perlu memberikan peringatan diri sebagai bentuk kewaspadaan kemungkinan adanya ancaman badai selatan yang bisa merugikan. Sebab bila benar-benar terjadi di Yogyakarta jangan sampai menimbulkan kerugian jiwa. "Pemda berkewajiban untuk memberikan early waning. Itu yang harus dipahami dan itu perlu saya sampaikan," tegas Sultan.Dia mengingatkan ramalan cuaca yang ada ditelevisi itu sebenarnya merupakan informasi penting. Namun kenyataannya justru banyak diabaikan, disepelekan atau tidak diperhatikan dengan cara memindahkan ke saluran acara televisi lainnya. Dengan demikian ketika pemda mengeluarkan himbauan waspada kemudian ditanggapisecara berlebihan."Itu terjadi karena kita tak mau memahami bahwa cuaca itu penting untuk diperhatikan, jangan dianggap lewat begitu saja," katanya.Sementara itu saat berdialog dengan Sultan, Ketua Kelompok Nelayan Tani Maju Sunaryo Hadi dan Abdullah Iman mengungkapkan warga Trisik selama ada peringatanitu semuanya mematuhinya. Namun tidak benar bila ada warga yang mengungsi dan menjual ternak kambing dengan harga murah karena ketakutan."Kalau ada warga sini yang pergi itu bukan mengungsi tapi pergi ke rumah kerabatnya yang sedang punya hajat," tegas Sunaryo.Menurut Sunaryo, nelayan Trisik sejak hari Kamis (10/2/2005) atau empat hari lalu sudah beroperasional kembalu mencari ikan dilaut. Para nelayan hanya libur selama satu minggu sejak ada peringatan dari pemda setempat. "Hari ini sudah banyak kapal nelayan yang mencari ikan, dua diantaranya sebelum pukul 11.00 sudah ada yang kembali ke darat membawa sekitar 1 kuintal ikan," katanya.Usai dialog, Sultan meninjau tempat pelelangan ikan (TPI) Trisik untuk melihat langsung nelayan yang baru saja pulang dari melaut dan mejual hasil tangkapannya.Ikan tangkapan nelayan seberat 1 kuintal tersebut antara lain jenis surung, tongkol dan ikan pari.
(jon/)











































