"Mereka semua mendukung bahwa program kelautan dan samudera untuk pembangunan laut akan dibawa ke Sidang Umum PBB yang rencananya akan dilaksanakan pada September 2015 mendatang," ungkap Indroyono usai pertemuan di Press Briefing Room/Exhibit Hall A JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015).
Dia kemudian menjabarkan bahwa Millenium Development Goals (MDGs) yang dicanangkan PBB akan berakhir pada tahun ini. Para anggota PBB pun sepakat untuk menggantinya dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka semua arah pembangunan dunia diarahkan ke sana. Ini berhubungan dengan visi bapak Presiden yaitu membawa Indonesia menjadi poros maritim dunia. Diselaraskan dengan program dunia. Ini jadi klop. Alhamdulillah, para peserta side event mendukung," ungkap Indroyono.
Ada pun goal nomor 14 yang dimaksud adalah melakukan konservasi dan pemanfaatan yang berkesinambungan dari samudera, laut, dan sumber daya kelautan sebagai pengembangan berkelanjutan. Goal tersebut terdiri dari 10 butir yang merupakan target per tahun dari hal tersebut hingga tahun 2030.
"Semua setuju untuk mengirimkan perwakilan mereka nantinya ke Sidang Umum PBB, sehingga bisa memperkuat negosiasi kita dalam merumuskan SDG," imbuh Indroyono.
Untuk itu negara-negara Asia Afrika yang ikut dalam forum juga mengusulkan untuk dibentuknya Asian-African Center yang salah satunya fokus dalam kelautan. Mereka memandang laut merupakan kepentingan bersama yang harus dijaga.
(bpn/aan)











































