"Rekrutmen anggota Polri yang sampai 24 April diperpanjang sampai 2 Mei 2015. Jadi ada kesempatan yang mendaftarkan lebih lama lagi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Gedung Divisi Humas Polri, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2015).
Jenderal bintang dua ini membantah bila pendaftaran rekrutmen aggota kepolisian kurang peminat. Namun dia memastikan bila animo masyarakat dalam pembukaan rekrutmen anggota Polri selalu membeludak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendala pendaftaran rekrutmen di kepolisian sehingga harus diperpanjang masanya adalah karena pendaftaran rekrutmen berdekatan dengan jadwal Ujian Nasional. "Ini kendalanya, waktu pendaftaran berdekatan dengan UN," kata Anton.
Meski berharap makin banyak pendaftar yang mendaftarkan dirinya di masing-masing jalur rekrutmen, kuota yang diterima tidak berubah. Hanya 15 ribu kuota yang disediakan Polri untuk seluruh jalur rekrutmen. Ini juga karena alokasi anggaran hanya untuk 15 ribu calon anggota polisi.
Selama proses rekrutmen, Polri tidak menarik pungutan biaya. Apalagi yang menjanjikan kelulusan dengan syarat menyetor sejumlah uang. "Kalau ada yang mengatasnamakan Polri dan bisa meluluskan pasti itu calo dan penembak di atas penggung kuda," ujar Anton mengistilahkan.
"Lapor ke Bareskrim biar calo tersebut ditangkap," imbuhnya.
Anton menegaskan tidak ada unsur KKN di dalam penerimaan calon anggota Polri. Meski tidak dipungkiri banyak anak-anak jenderal polisi yang ikut mendaftar di jalur-jalur rekrutmen.
"Sangat banyak (pendaftar dari keluarga Polri), dan sangat banyak juga yang tidak lulus. Mungkin 20-30 persen dari keluarga Polri, termasuk juga jenderal-jenderal," kata Anton.
(ahy/imk)











































