Hadir dalam pertemuan yang digelar selepas salat Jumat, 10 April 2015 itu antara lain; Ketum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical), Ketua FPG DPR Ade Komarudin, dan Fuad Hasan Mansyur. Datang juga mantan Ketua Umum Golkar yang kini menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai Akbar Tandjung.
Kepada tetamu yang hadir, Tommy Soeharto memaparkan solusi untuk menyelesaikan konflik yang kini melanda Partai Golongan Karya. "Mas Tommy mengusulkan bagaimana supaya bisa dilakukan munas islah untuk mencari solusi masalah (Golkar) ini," kata Akbar saat berbincang dengan detikcom, Selasa (21/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Plt inilah yang akan memimpin Partai Golkar hingga bermuara munas. Syukur-syukur munas bisa 2015 ini," kata Akbar. Soal waktu pelaksanaan munas luar biasa, kata Akbar, bisa dilakukan secepatnya. Pertimbangannya adalah makin dekatnya pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini.
Apabila konflik Golkar tak lekas bisa diselesaikan, nasib partai berlambang pohon beringin itu terancam dalam pilkada tahun ini.
Lalu bagaimana reaksi Ical cs atas saran Tommy Soeharto itu?
Dalam pertemuan itu, Ical belum secara terang menyetujui usulan Tommy agar Golkar menggelar munaslub. Alasannya dia dan pengurus hasil Munas Bali masih berupaya mengajukan gugatan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta.
"Satu hari setelah pertemuan dengan Mas Tommy saya ketemu lagi dengan Ical. Ical tanya ke saya, kapan kita ketemu untuk membahas gagasan Mas Tommy," papar Akbar.
(erd/nrl)
