Dipaksa Pulang, TKI Tetap Bertahan Hingga Gaji Dibayar
Minggu, 13 Feb 2005 12:04 WIB
Jakarta - Meskipun pihak KBRI Malaysia menyuruh TKI ilegal yang belum digaji untuk segera kembali ke Indonesia, namun mereka akan tetap bertahan sampai gaji mereka dibayar. Para TKI ilegal juga akan berusaha ikut dalam dialog dengan Presiden SBY di Malaysia, Senin (14/2/2005) untuk mengungkapkan berbagai kasus yang mereka hadapi."Rusdi Hardjo, Dubes RI di Malaysia, tadi sudah datang ke Damansara Damai dan menyuruh TKI yang gajinya belum dibayar untuk segera kembali ke Indonesia. Namun mereka tidak akan pulang sampai gaji mereka dibayar," kata Direktur Migrant Care Anis Hidayah ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (13/2/2005) pukul 11.30 WIB.Anis yang sedang berada di Kuala Lumpur menyatakan, pihak KBRI Kuala Lumpur terkesan sengaja menutupi kasus TKI ilegal di Damansara Damai, Selangor, yang belum memperoleh gaji selama 4 bulan. "Mereka memaksa para TKI untuk pulang, tapi tidak berani jamin kapan gaji akan dibayarkan. Ini hanya sekedar menutupi kasus, terutama karena besok SBY akan datang ke Malaysia," ujarnya.Migrant Care sendiri, lanjut Anis, akan terus memperjuangkan agar gaji TKI ilegal segera dibayarkan. "Kita akan terus melakukan perlawanan terhadap kebijakan Malaysia yang tidak menggaji TKI. Meskipun akses kita sangat dibatasi untuk bertemu TKI di Damansara, tapi kita tetap komunikasi dengan mereka. Sampai saat ini, belum ada satupun TKI yang pulang ke Indonesia karena desakan KBRI tadi," tegasnya.Anis juga menyayangkan pengaturan KBRI Malaysia terhadap dialog yang rencananya akan dilakukan antara TKI dengan Presiden SBY Senin (14/2/2005) sore besok di Kuala Lumpur."KBRI mengatur agar yang bisa ikut di dialog tersebut hanya TKI yang memiliki paspor dan visa kerja. Jadi, TKI ilegal tidak boleh ikut. Padahal, TKI ilegal punya problem yang lebih sulit diperjuangkan. Kok akses mereka malah ditutup," tukasnya.Menurut Anis, Menko Kesra Alwi Shihab sudah menyatakan, semua TKI baik legal maupun ilegal diharapkan hadir dalam dialog ini. "Kami sudah memberi tahu KBRI tentang hal ini, namun mereka tetap menolak. Kami akan berjuang terus," katanya.Hingga kini, ungkap Anis, masih ada sekitar 1.000 orang TKI yang belum menerima gaji, 90 orang di antaranya bekerja di Damansara Damai, Selangor.
(ast/)











































