Setuju Reshuffle, Politikus PDIP: Baru Menteri Susi yang Punya Terobosan

Setuju Reshuffle, Politikus PDIP: Baru Menteri Susi yang Punya Terobosan

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 13:34 WIB
Setuju Reshuffle, Politikus PDIP: Baru Menteri Susi yang Punya Terobosan
Para calon menteri sejak siang tadi sudah mulai berdatangan ke Istana. Para menteri juga nampak memakai pakaian seragam berwarna putih. Setpres/Laily/detikFoto.
Jakarta - Politikus PDIP Ribka Tjiptaning setuju dengan perlu adanya reshuffle terhadap sejumlah menteri di kabinet Joko Widodo (Jokowi). Salah satu menteri yang dia kritik karena kinerja kurang maksimal adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

"Diganti, karena (Menteri Yohana) tidak ada gregetnya. Yang dikatakan Jokowi, dia perlu menteri yang berani mengambil terobosan, yang berani mengambil risiko," kata Ribka di Nusantara II, komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2015).

Menurutnya dari keseluruhan menteri di Kabinet Kerja baru hanya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang punya terobosan dan berani mengambil resiko. Contoh terobosan Menteri Susi adalah menenggelamkan kapal yang melanggar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata baru Menteri Susi saja yang berani bersikap menenggelamkan kapal meski kecil," sebutnya.

Ia pun kemudian menantang menteri lain seperti Menteri Kesehatan Nila F Moeloek untuk melakukan terobosan dengan berbuat tegas terhadap rumah sakit yang bandel terhadap pasien. Hal ini terkait kasus meninggalnya dua pasien di Rumah Sakit Siloam Tangerang.

"Waktu raker dengan Menteri Kesehatan, aku bilang saya tunggu menteri kesehatan berani tidak menenggelamkan Rumah Sakit yang menolak pasien. Buktinya dalam kasus Siloam tidak berani Menkes mengambil tindakan. Paling tidak memberikan 'warning'," katanya.

Kemudian, ia mengatakan siapapun presidennya, memang sudah layak melakukan reshuffle terhadap menteri yang kinerjanya tak maksimal. Jangka waktu 6 bulan ataupun 100 hari bisa jadi acuan untuk melihat kinerja menteri di pemerintahan.

"Sebetulnya tidak hanya Pak Presiden Jokowi saja, dari dulu aku mengkritisi siapapun presidennya, sejak 6 bulan kerja 100 hari, 1 tahun itu sudah layak untuk dilihat kinerjanya. Rakyat ini jngan hanya diberikan harapan-harapan ketika kempanye," sebut Anggota Komisi IX DPR itu.



(hat/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads