"Persoalan adalah banyak oknum-oknum baik pengusaha-pengusaha Indonesia maupun aparat yang bermain di sini. Mereka (negara tetangga) seolah-olah 'oh, kalau bayar mereka mau mencuri' kan gitu," kata Susi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015).
"Kalau bayar mereka tidak jadi ditenggelamkan. Ini sudah ada indikasi-indikasi seperti ini dan kita harap dengan pertemuan langsung dengan kementerian dan perdana menteri negara tersebut, saya harap bisa dijelaskan bahwa itu semua, broker-broker, adalah ilegal!" tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya panggil dari menteri agriculture Vietnam, dan mereka menghormati dan menghargai bahwa kita memang terpaksa tegas. Ya mungkin di dalam hati pastikan merasa bahwa kapal nelayannya ada yang kita tenggelamkan," ujar Susi.
"Tapi mereka juga mengerti, bahwa itu kedaulatan laut negeri kita, menghormati negeri kita. Kita akan membuka hotline," tambahnya.
(vid/bar)











































