Doa dan Zikir yang Menyelamatkan Thalib Abbas dari Penculikan

Doa dan Zikir yang Menyelamatkan Thalib Abbas dari Penculikan

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 11:15 WIB
Doa dan Zikir yang Menyelamatkan Thalib Abbas dari Penculikan
Jakarta -

Selasa (14/4) pukul 20.00 WIB malam lalu merupakan malam yang menegangkan bagi Thalib Abbas. Kakek tua berusia 78 tahun itu menerima kedatangan tamu 'tak diundang' di rumahnya di Cluster De Hills Jl Camat Gabun II No B10 RT 04/08 Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Tujuh orang pria berbadan tegap itu hendak mencari Kemal Rafli alias Abda, anak keempatnya.

"Mereka bilang mau cari Kemal, saya bilang orangnya enggak ada," kata Thalib‎ kepada detikcom, Selasa (21/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tujuh pria itu datang mengaku sebagai anggota polisi. Salah satu tersangka bernama Deni Queen bahkan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri palsu. Dia juga membawa senjata airsoft gun saat itu.

‎"Lalu mereka memaksa saya memberitahu di mana Kemal. Saya bilang saya tidak tahu, mereka terus memaksa saya. Terus bilang 'kalau tidak bisa menujukkan Kemal, satu per satu keluargamu kami bawa'," tuturnya.

Ini bukan kali pertamanya Aba-begitu dia disapa anak-anaknya-‎menerima tamu yang mencari anaknya, Kemal. Setahun lalu, Aba juga pernah dijumpai para pelaku yang sama yang bermaksud mencari Kemal.

"Waktu itu dia ada, dan diculik sama mereka. Tetapi kita tidak lapor karena waktu itu kita tebus Rp 200 juta," imbuhnya.

Para pelaku yang kesal karena Thalib tidak bisa menunjukkan Kemal lalu memaksa masuk ke dalam rumahnya. Mereka lalu menggeledah seluruh ruangan untuk mencari Kemal.

"Terus saya dibawa sama mereka ke dalam mobil," kata kakek yang sudah ompong ini.

Setelah berada di dalam mobil Toyota Avanza, Kemal lalu ditutup matanya. Ia lalu dibawa berkeliling hingga ke Anyer, Banten. Saat itu Kemal tidak tahu jika dirinya dibawa ke Anyer.

"Aba cuma denger suara ombak saja, soalnya mata ditutupin," kata dia.

Dalam keadaan tangan diborgol, Aba lalu dibawa masuk ke dalam suatu ruangan yang belakangan diketahui sebuah villa yang disewa para pelaku. Di dalam ruangan Aba disekap. Tangannya diikat rantai yang digembok, serta kedua ibu jarinya diborgol.

"Setiap hari dirantai, cuma dilepas kalau mau salat saja," ucapnya.

Aba tidak tahu pasti berapa lama dia di Anyer, seingatnya dia berada di sana selama dua hari. Setelah dua hari di Anyer, para pelaku lalu membawa Aba ke kawasan Cianjur, Jawa Barat. Lagi-lagi, matanya ditutup saat perjalanan. Ia hanya merasakan hawa sejuk saja.

"Enggak tahu di mana itu, udaranya dingin," tuturnya.

Tidak sampai satu hari Aba di Cianjur. Selanjutnya para pelaku membawanya ke sebuah rumah milik salah satu pelaku di kawasan Cilodong, Depok. Empat hari Aba di situ.

Selama dalam penyekapan para pelaku, Aba tidak diberi makan. Tidur pun tak diberi alas. Aba tidur hanya beralaskan lantai yang dingin. Tangannya tak pernah lepas dari ikatan rantai besi.

Di rumah tersebut, para pelaku kembali memaksa Aba untuk menunjukkan di mana Kemal. Aba tak bergeming, sebab dia memang tak tahu di mana anaknya itu berada.

Aba lalu dipaksa membuat surat dengan kata-kata yang disiapkan oleh para pelaku. Surat itu diberikan kepada keluarga Aba, dengan tujuan agar diberikan uang tebusan sebesar Rp 400 juta. Para pelaku juga mengirimkan foto Aba dalam keadaan terikat rantai.

Selama disekap, Aba tidak bisa berbuat banyak. Di samping mengharapkan bantuan dari keluarganya agar menyiapkan uang, Aba terus berdoa.

"Aba cuma berdoa Hasbunallah wa ni'mal wakil nikmal maula wa ni'mal nasir. Itu saja doa yang Aba baca terus-terusan," ucapnya.

‎Setelah 6 hari disekap, doa Aba pun terkabul. Pada Minggu (19/2) malam itu, Aba tengah salat malam sambil berdoa dan berzikir. Pria beranak 9 ini lalu dikagetkan dengan suara dobrakan pintu. Aba juga mendengar ‎suara orang berkelahi.

"Suara gedebak-gedebuk. Tadinya dipikir mereka pada berantem, tahunya polisi yang datang," cetusnya.

Setelah mengetahui yang datang adalah polisi, hati Aba pun lega. Seorang anggota lalu memapah Aba keluar dari ruangan tersebut setelah ikatan rantainya dilepaskan.

Ada puluhan anggota Subdit ‎Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya yang menjemput Aba di rumah tersebut. Aba pun kini bisa menghirup udara bebas tanpa kekangan para pelaku.

(mei/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads