Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (21/4/2015) tadi. Pria yang mengenakan kaus warna merah itu memarahi petugas Halte Polda.
"Jangan mentang-mentang saya orang miskin. Saya memang orang kampung," kata pria bertopi itu sengit ke petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lalu mondar-mandir di depan loket. Kepada petugas loket, pria yang diduga berasal dari Indonesia Timur ini bertanya harga tiket.
"Saya bayar ini, berapa harganya?" katanya dengan logat Timur.
"Tidak bisa pakai uang, Pak, harus pakai kartu," jawab petugas loket.
Pria tersebut lalu memberikan uang sebesar Rp 12 ribu ke petugas. Namun petugas loket menolaknya, karena harga perdana kartu Rp 40 ribu.
"Bantu saya ini, Pak," kata pria tersebut sambil memandang sejuumlah penumpang TransJ. Namun penumpang hanya celingukan.
Tidak lama, pria itu lantas pergi meninggalkan Halte tersebut. Ia lalu berjalan ke Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan turun di depan Markas Polda Metro Jaya.
"Enggak tahu stres apa gimana, dari tadi gangguin penumpang cewek, terus mau lompatin pintu tiket," jelas petugas tersebut saat ditanya detikcom.
Saat berjalan menuruni tangga JPO, pria yang membawa tas rajut itu tampak kesal. Ia lalu merobek uang Rp 2 ribu dan membuangnya di halte tersebut.
Setelah berada di depan Halte Polda, pria tersebut lalu naik ojek dan pergi ke arah Blok M.
(ndr/mad)











































