Heli TNI Rusak di Runway, Bandara Semarang Sempat Ditutup

Heli TNI Rusak di Runway, Bandara Semarang Sempat Ditutup

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2015 10:33 WIB
Semarang - Kegiatan penerbangan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang sempat berhenti karena terjadi insiden di runway bandara. Penerbangan pun delay dan ada pesawat yang terpaksa kembali ke bandara asal karena tidak bisa mendarat.

Salah satu penumpang Lion Air yang hendak terbang ke Jakarta, Agung mengatakan saat ia check in pukul 09.00 pegawai Lion Air memberitahu pesawatnya yang akan berangkat pukul 09.45 WIB delay karena ada insiden di Lanumad Ahmad Yani.

"Saya check in, pegawainya bilang delay. Ada insiden helikopter militer di runway, tapi dia tidak memberitahu insiden apa," kata Agung kepada detikcom, Selasa (21/4/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah check in, Agung melihat dari arah Lanumad Ahmad Yani ada kerumunan orang namun tidak terlihat jelas. Setahu Agung saat berada di bandara, insiden tersebut membuat kegiatan penerbangan terganggu. Bahkan ada yang tidak bisa mendarat.

"Ada pesawat dari Surabaya akan mendarat tapi tidak bisa dan balik ke Surabaya," tandasnya.

Kemudian sekitar pukul 09.20, kegiatan di Bandara Ahmad Yani mulai normal. "Sekitar jam 09.20 tadi sudah penumpang Sriwijaya Air sudah dipanggil boarding. Kerumunan orang di Lanumad juga sudah tidak kelihatan," ujarnya.

Sementara itu, General Affairs and Communication Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Anom Fitranggono membenarkan ada penutupan bandara karena insiden kerusakan helikopter milik TNI.

"Iya benar, sempat ditutup tadi mulai pukul 08.20 sampai 09.30," kata Anom lewat telepon selulernya.

Insiden itu terjadi di sebelah utara landasan pacu. Helikopter yang gagal terbang itu sudah dipindahkan dari runway sehingga penerbangan bisa kembali normal. Anom menambahkan, dua maskapai yang sempat terganggu penerbangannya adalah Kalstar dan Sriwijaya Air.

"Sekarang sudah normal," tandasnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari TNI terkait kejadian ini.


(alg/try)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini