Rencana Dialog RI-GAM II di Helsinki Dinilai Tidak Tepat

Rencana Dialog RI-GAM II di Helsinki Dinilai Tidak Tepat

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 22:20 WIB
Bandung - Rencana dialog Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki, Finlandia, pada 21 Februari mendatang dinilai tidak tepat oleh anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Soeripto. Sebab, Indonesia sudah menetapkan pimpinan GAM di Swedia sebagai teroris.Soeripto juga menilai pelaksanaan dialog RI-GAM jilid II ini memunculkan kecurigaan, khususnya berkaitan tidak dilibatkannya Menteri Luar Neger Hasan Wirajuda. "Saat ini keputusan perundingan tersebut tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk kedua belah pihak," katanya.Mantan petinggi intelijen ini juga mengingatkan bahwa tokoh Gam di Swedia banyak faksinya. Dan GAM yang berada di Swedia terlalu banyak dicampuri dan ditekan oleh negara-negara Internasional."Pihak GAM di Swedia banyak faksinya. Perundingan itu tidak benar," ujar Soeripto saat diskusi soal refleksi dan kebijakan SBY-JK di Aula Timur ITB, Bandung, Sabtu (12/2/2005).Ditambahkan Soeripto, Hasan Wirajuda menjelaskan kepada Komisi I DPR RI bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam rapat internal kepresidenan. Soeripto juga mendengar usulan perundingan itu berasal dari Wakil Presiden Yusuf Kalla. "Saya tidak tahu apa maksud di belakang itu. Ini permasalahan serius, " ujar Soeripto kepada detikcom. Saat diminta keterangan, menurut Soeripto Hasan, Wirajuda tidak menjelaskan secara panjang lebar. (gtp/)


Berita Terkait