Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim yang juga anggota Satgas Trafficking Benjina, AKBP Arie Dharmanto, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kematian Yoseph yang juga pernah menjadi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Aru.
"Kita tunggu saja hasil Autopsinya," kata Arie saat berbincang dengan detikcom, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arie, pihak keluarga mulanya sempat menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jasad Yoseph. Karena keluarga meyakini Yoseph meninggal karena sakit jantung yang diidap.
"Memang dari penuturan pihak keluarga almarhum mengidap jantung," kata Arie.
Namun, Arie berupaya meyakinkan kepada pihak keluarga untuk mengautopsi Yoseph guna mengetahui penyebab pasti kematian dan keperluan penyelidikan bila diketahui penyebab kematian tidak wajar.
"Jadi masih menunggu hasil autopsinya," kata Arie.
Arie menampik anggapan yang menyebut Yosep merupakan saksi kunci kasus perdagangan orang. "Mungkin untuk kasus lain, karena ada juga kasus penyelidikan ilegal fishing yang ditangani PPNS KKP," kata Arie.
Untuk dugaan perdagangan orang, penyidik kepolisian baru memeriksa para korban. "Siapapun bisa menjadi saksi," beber Arie.
Saat ini penyidik tengah mencari bukti yang menguatkan adanya praktik perdagangan orang di Benjina. Bukti ini yang nantinya bisa menyeret para pelaku ke meja hijau di Indonesia meski itu melibatkan warga negara Myanmar dan Thailand.
(ahy/mpr)











































