Kasatgas FPU 7 Indonesia AKBP M Rendra Salipu dalam keterangannya, Senin (20/4/2015) menyampaikan bahwa saat ini warga negara Sudan sedang melaksanakan pesta demokrasi, tepatnya di bulan april 2015, untuk memilih pemimpin negaranya.
"Namun layaknya dalam sebuah pesta demokrasi yang dilaksanakan melalui pemilihan umum selalu saja memunculkan rasa puas dan tidakpuas terhadap hasil pemilihan umum. Ketidakpuasan akan hasil Pemilu ini akhirnya mendorong beberapa pihak untuk mengekspresikan perasaan mereka melalui kegiatan unjuk rasa," jelas M Rendra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Latihan bersama yang digagas oleh 3 chief of operation baik FPU Indonesia, PKF Rwanda maupun FPU Mesir, merupakan latihan pertama yang dilaksanakan secara bersama dengan tujuan utama untuk menyamakan persepsi dan cara bertindak saat menghadapi unjuk rasa. Diawali dengan perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik," urai Salipu.
Menurut Salipu, walaupun hanya satu hari, namun kualitas latihan dapat terlihat karena profesionalisme dari masing-masing kontingen yang terasah dalam kegiatan latihan yang mereka lakukan setiap harinya sebelum pelaksanaan latihan tersebut dimulai.
Rendra menjabarkan, latihan yang telah dilaksanakan sejalan dengan tugas pokok sebagai pasukan FPU yang salah satunya adalah public order management, dan diharapkan dalam latihan ini dapat menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dalam hal penanganan unjuk rasa yang perlu ada suatu ketegasan dimana peran fPU (formed police unit) dan PKF (peace keeping force) sehingga tidak terjadi tumpang tindih peran dan kewenangannya di lapangan.
"Momen seperti ini adalah momen yang baik sebaiknya dapat dilaksanakan secara berkesinambungan karena unjuk rasa tidak hanya dilakukan pada saat akan pemilu namun bisa terjadi kapan saja. Di samping itu, juga sebagai sarana menyamakan persepsi dalam bertindak, serta dapat memupuk kekompakan dan kebersamaan antara kami sesama kontingen Unamid baik Polisi maupun militer," tutup dia.
(ndr/mad)











































