Kunjungan Muhibah, DPR Sekaligus Studi Banding Banyak Hal dari Rumania

Laporan dari Bucharest

Kunjungan Muhibah, DPR Sekaligus Studi Banding Banyak Hal dari Rumania

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 16:51 WIB
Kunjungan Muhibah, DPR Sekaligus Studi Banding Banyak Hal dari Rumania
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan bersama rombongan
Jakarta - Setelah berkali-kali gagal memenuhi undangan kunjungan muhibah dari pemerintah dan parlemen Rumania, DPR akhirnya terbang ke Bucharest. Sambil berenang minum air, DPR juga ingin mempelajari beberapa hal tentang Rumania.

Delegasi DPR RI dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Ikut serta dalam rombongan muhibah DPR RI ini antara lain Ketua Komisi IV DPR dari Gerindra Fary Djemi Francis, Anggota Komisi V DPR dari PDIP Sudjadi, anggota Komisi I DPR dari PAN Muhammad Syafrudin, Anggota Komisi X DPR dari PKB Helmi Faishal Zaini, dan Anggota Komisi IX DPR dari PKS Ansory Siregar.

Rombongan berangkat ke Rumania pada Minggu (19/4/2015) sore hari dan tiba di Bandara Internasional Henri Coanda di Bucharest, Ibu Kota Rumania pada Senin (20/4/2015) sekitar pukul 09.00 waktu setempat, setelah sempat transit di Bandara Ataturk Turki dan disambut oleh Konjen RI di Turki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi di Komisi V ini kami sedang merencanakan UU Sistem Transportasi Nasional. Kita akan melihat mendalami berkaitan dengan salah satu sistem transportasi yang ada di Rumania. Kita tahu Rumania terkenal dengan sistem transportasi yang modern tapi mereka juga tidak tinggalkan sistem transportasi yang sudah ada,” kata Ketua Komisi IV DPR dari Gerindra Fary Djemi Francis, saat bersantai sejenak di ruang tunggu Bandara Ataturk di Turki, sebelum melanjutkan penerbangan ke Rumania.

Rumania termasuk yang berhasil memadukan sistem transportasi darat, laut, dan udara dengan rapih. Sistem transportasi yang cukup jamak dijumpai di Rumania adalah trem listrik dan juga transportasi sungai.

Hal kedua yang akan dipelajari DPR adalah terkait arsitektur. “Yang kedua kita juga membahas berkaitan dengan rancangan undang-undang arsitek dan jasa konstruksi. Kami ingin menjaga kontraktor kita ini yang sudah mulai tahun ini dan tahun depan kita akan mendorong agar pengusaha lokal, daerah itu dapat diberdayakan dan bagaimana supaya juga para kontraktor asing tetap bisa melaksanakan tetapi harus diatur undang-undang jasa konstruksi,” lanjut Fary.

Anggota DPR RI dari PKS Ansory Siregar yang ikut dalam rombongan juga menyoroti perlunya Indonesia system transportasi yang lebih baik. Sehingga tidak macet.

“Saya mendukung apa yang disampaikan Ketua Komisi V ini, bertahun-tahun belum ada satupun gubernurnya bisa mengatasi kemacetan. Saya ke Turki sudah hampir 10 kali dan saya setuju sekali Istanbul ini transportasi yang sangat bagus. Kereta api maupun sungai,” kata Ansory.

Dengan optimalisasi transportasi saja turki sudah meraup keuntungan luar biasa dari wisatawan. Dia berharap Indonesia juga bias meraih keuntungan serupa.

“Di Turki wisatawan sudah 34 juta per tahun, pernah itu hampir 50 juta. Selain itu di sini ada juga kelapa sawit, nah di dapil saya itu 80 persen kelapa sawit. Ini perlu dipelajari seharusnya harga kelapa sawit tidak ditentukan Rotterdam,” katanya.

Anggota Komisi V DPR dari PDIP Sudjadi menambahkan sistem transportasi yang menggunakan sungai di Rumania layak jadi opsi di Indonesia. Karena banyak sungai besar yang masih bias dioptimalkan dengan system transportasi air tersebut.

“Di sini sudah berkembang dan eksis transportasi sungai barangkali kalau kita bisa mengambil intisari bermanfaat bisa kita gunakan di Kalimantan. Barangkali dari kunjungan ke Rumania bisa dipetik transportasinya selain juga perlu belajar dari China,” kata politikus senior PDIP yang juga hobi mengoleksi batu akik ini.

“Di negara kita ada ekspor kopi kebetulan daerah pemilihan saya itu kan daerah kopi. Saya perlu tahu bagaimana menjaga kualitasnya seperti apa, lalu kontak person untuk ekspor siapa,” katanya.

Anggota Komisi I DPR Syafruddin yang ikut dalam rombongan ke Turki dan Rumania juga berharap bisa membawa pulang temuan penting ke Indonesia.

“Turki ini punya pabrik senjata pertahanan yang bagus yaitu ada di Ankara dan mereka sudah melakukan kerja sama dengan PT Pindad kan baru sekali. Kalau masalah Rumania kita melihat perkembangan apa yang bisa dishare untuk lembaga kita,” katanya.

(van/trq)


Berita Terkait