Ahok mengatakan, dirinya belum menemukan solusi untuk mengatasi maraknya prostitusi di Jakarta. Dia menyebut, prostitusi tak akan hilang selama masih ada manusia.
Prostitusi dianalogikan Ahok seperti manusia dan kotorannya. Selama masih ada manusia, kotorannya tidak akan pernah hilang dari muka bumi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahok melanjutkan, dirinya pernah mengusulkan untuk membuka lokalisasi. Namun usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh berbagai kalangan.
Sebagai solusi mengatasi prostitusi, Ahok kini mengimbau para walikota untuk mengawasi penggunaan kos-kosan di seluruh wilayah di DKI Jakarta. Jangan sampai kasus kematian pekerja seks komersial (PSK) Tata Chubby atau Deudeuh Alfi Sahrin di tempat kosnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, pada 10 April lalu terulang.
"Ibarat pelacuran itu kayak sampah masyarakat, selama ada masyarakat pasti produksi sampah, nah sampah itu tapi jangan dimana-mana dong harus dirapikan," katanya. Apalagi saat ini bisnis prostitusi merambah ke dunia online sehingga pengawasan akan lebih sulit dilakukan.
"Online lebih pusing lagi toh. Semua kos-kosan mesti diperiksa. Dia (para walikota) lebih tahu dari pada kita," ujar Ahok.
(kff/bar)











































