"Saya pribadi sangat menyetujui dan mendukung adanya lembaga persahabatan tersebut. Karena ini merupakan tuntutan dari era globalisasi, di mana masyarakat dunia sudah tak berbatas negara, negeri, teritorial dan itu sangat baik sekali," ujar Din di Kantor PP Muhammadiyah, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).
Din lalu menceritakan soal dirinya yang menjadi pemrakarsa dari Indonesia-Palestine Friendship Initiative yang bersifat lintas agama, suku, dan politik. Sedianya, peresmian Komite Persahabatan Indonesia-Irak akan langsung diresmikan oleh Menlu Irak Ibrahim Abdel Karim Hamzah al-Ja'far, namun karena ada urusan negaranya yang mendesak, peresmian digantikan oleh Dubes Irak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abdullah juga menyampaikan, dirinya terharu atas terbentuknya komite ini. Menurutnya, komite ini bisa lebih mempererat antara Indonesia dan Irak.
(vid/gah)











































