Komentar Penumpang TransJ Soal Bus Oranye 'Kinclong' di Koridor VI

Masalah dan Solusi

Komentar Penumpang TransJ Soal Bus Oranye 'Kinclong' di Koridor VI

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 15:41 WIB
Komentar Penumpang TransJ Soal Bus Oranye Kinclong di Koridor VI
Bagian dalam bus oranye "kinclong" (Foto:Salmah/detikcom)
Jakarta - PT. Transportasi Jakarta menambah 12 unit bus oranye 'kinclong' untuk diperbantukan di koridor VI Ragunan-Dukuh Atas, Ragunan- Monas selama peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) berlangsung. Hal ini berdampak terhadap pelayanan penumpang bus TransJ di koridor tersebut.

Bus oranye itu kondisinya lebih bagus dari bus abu-abu yang sudah tua yang biasa beroperasi di koridor VI. Bus oranye lebih terlihat bersih dan interior bus tampak baru.

Penambahan bus ini tidak mengurangi jumlah bus yang sudah ada sebelumnya. Meski begitu keberadaan bus ini dianggap cukup membantu para penumpang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti yang disampaikan oleh penumpang TransJ Sugiarti. Perempuan yang sudah satu tahun langganan TransJ ini mengaku baru pertama kali naik bus oranye "kinclong" TransJ di koridor VI.

"Baru sekali ini naik bus seperti ini. Nyaman dan lebih baik lah," ucap Sugiarti saat berbincang dengan detikcom di dalam bus TransJ arah Ragunan, Senin (20/4/2015).

Menurutnya bus abu-abu yang biasa berlalu-lalang di rute Ragunan-Dukuh Atas memang sudah jelek dan tua. Kondisi ini membuat para penumpang tak nyaman.

"Bus abu-abu itu sering mogok, kadang-kadang bocor. Mobilnya sudah cukup tua ya, semua kalau sudah tua kan jelek. Harapan saya sih supaya ditambah busnya," katanya.

Senada dengan Sugiarti, Rani juga merasakan hal yang sama. Bus oranye memang lebih nyaman dibandingkan bus abu-abu yang usianya sudah tua yang sudah beroperasi sejak 2004 lalu.

"Sayangnya sekarang ini ada bus TransJ terutama yang abu-abu itu kondisinya sudah yah begitu. Terus terang saya saja agak ngeri naiknya, kalau pakai yang merah-oranye itu lebih enak," ucap Rani.

Menurutnya, pihak TransJ harus bisa merawat bus dengan baik, jangan hanya melakukan pembelian saja tanpa dirawat. "Sepertinya di sini nggak bisa memelirahara ya, jadi kursinya, interior di dalamnya itu nggak nyaman. Nyamannya cuma karena cepat saja," ujar Rani.

Royan, penumpang TransJ lainnya juga mengatakan hal yang sama. Dia mengatakan ada perbedaan signifikan antara bus TransJ oranye 'kinclong' ini dengan bus abu-abu tua yang biasa beroperasi di koridor VI.

"Saya merasakan sendiri naik TransJ yang abu-abu terus tadi naik yang oranye. Tadi yang abu-abu kayaknya tidak layak, tapi yang oranye bisa didefinisikan sebagai bus lah," ucap Royan.

Menurutnya dari segi keamanan bus oranye juga lebih baik, tersedia palu pemecah kaca dan pintu bisa ditutup sempurna.

"Kalau musim hujan saya yakin yang bus abu-abu airnya pasti masuk, tapi yang oranye nggak, ini sudah bagus. Intinya TransJ ini sangat diunggulkan, diharakan bisa dirawat dengan baik," katanya.

Bagaimana pantauan Anda hari ini? Apakah Anda juga merasakan 12 bus oranye tambahan ini atau Anda masih menemukan bus TransJ yang reyot? Silakan kirim ke masalahsolusi@detik.com.

Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.


(slm/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini