Terkait Porwanas, Pimpinan PWI Pusat Diminta Mundur

Terkait Porwanas, Pimpinan PWI Pusat Diminta Mundur

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 19:15 WIB
Pekanbaru - Pelaksanaan Pekan Olahaga Wartawan Nasional (Porwanas) ke-8 di Pekanbaru diduga melahirkan sejumlah wartawan gadungan dimana atlet professional mengantongi kartu anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Buntutnya, Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam diminta mengundurkan diri.Permintaan ini disampaikan PWI Cabang Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam siaran pers yang diterima wartawan di Sekretariat Porwanas Jl Cut Nyatdien, Pekanbaru, Sabtu (12/2/2005). Surat protes sepanjang tiga halaman itu ditandatangani Ketua Kontingen PWI, M Nur Haedih dan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Cabang NTB, H Sukisman.Dalam surat itu dijelaskan, keputusan Rakernas SIWO PWI di Bandung 2004 tidak mengizinkan atlet dalam Porwanas menggunakan Kartu Calon Anggota (CA) yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh PWI Cabang. Keputusan itu merupakan hal yang penting dan tidak bisa diganggu gugat.Tapi, dalam acara Porwanas kali ini banyak ditemukan atlet yang hanya mengantongi kartu CA yang ditandatangani Ketua PWI Cabang. Atas dasar itulah, NTB mengajukan protes atas tidak konsistennya SIWO PWI Pusat dalam membuat keputusan.Banyaknya atlet pemegang kartu CA dapat membuat kericuhan di beberapa cabang olaharaga. Khusus NTB yang berusaha bersikap sportif menegakkan aturan demi menjaga keutuhan silahtuhrahmi keluarga besar wartawan."Ketika hari ini kami akan mengikuti cabang tenis meja nomor perorangan, ditemukan kartu CA yang ditandatangani PWI Cabang Sulsel. Hal ini sangat mencoreng nilai-nilai etika dan citra profesi jurnalistik dan organisasi wartawan PWI," kata Ketua PWI Cabang NTB M Nur Haedih.Menurut Nur Hadieh, bila PWI Cabang diberi kewenangan penuh menerbitkan kartu anggota, maka hal itu akan membuka peluang atlet profresional disulap menjadi wartawan untuk bisa ikut dalam Porwanas. Padahal untuk menjadi anggota biasa yang ditandatangani PWI Pusat, membutuhkan waktu yang cukup lama. "Kami sangat menghargai tuan rumah yang telah bersusah payah menyelenggarakan Porwanas. Realita di lapangan, banyak atlet mengantongi kartu CA. Tindakan yang tidak sportif itu cenderung membohongi profesi wartawan. Saat ini banyak wartawan-wartawan gadungan yang semata-mata hanya mengejar medali," kata Nur. Karena itu, jika PWI Pusat dan Ketua SIWO Pusat (Atal Depari, red) tidak mampu mengatasi dan tidak menanggapi masalah prinsipil ini, PWI NTB minta agar mengundurkan diri dari pimpinan PWI Pusat."Jika PWI Pusat dan SIWO Pusat tetap menggunakan kebijakan yang tidak sesuai dengan ketentuan, kami dari PWI Cabang NTB merekomendasi untuk menghentikan Porwanas. Apa artinya memperoleh mendali emas dengan cara-cara illegal. Kegiatan Porwanas selanjutnya perlu ditinjau ulang," demikian protes PWI Cabang NTB. (gtp/)


Berita Terkait