Usir TKI, Perusahaan Malaysia Kerahkan Preman
Sabtu, 12 Feb 2005 18:24 WIB
Jakarta - Sejumlah perusahaan Malaysia mengerahkan preman bayaran untuk mengusir para TKI yang menolak pulang ke tanah air karena belum menerima upah. Ini ditakutkan akan menimbulkan konflik etnis sesama TKI karena para preman yang dibayar perusahaan sama-sama berasal dari Indonesia. Sejumlah perusahaan di Malaysia, seperti yang terjadi di Damansara Damai, Pataling Jaya, Kuala Lumpur, Malaysia, menyewa preman untuk mengusir para TKI yang menolak pergi karena belum dibayar gaji mereka. Ratusan TKI ilegal yang bekerja di perusahaan kontruksi tersebut hingga kini belum menerima gaji tiga bulan terakhir bekerja. Total jumlah gaji yang belum terbayarkan mencapai 247 ribu ringgit atau sekitar Rp 700 juta. Para TKI memilih bertahan di Negeri Jiran agar bisa mendapat hak gajinya daripada pulang ke Tanah Air."Preman-preman itu mencoba mengusir pekerja dengan menakut-takuti. Mereka datang sambil membawa senjata tajam seperti parang. Mereka mendatangi bedeng para pekerja sambil mengancam," ungkap Wahyu Susilo, Policy Analys Migrant Care kepada detikcom, Sabtu (12/2/2005). Wahyu mengatakan bahwa para preman yang dibayar oleh perusahaan juga berasal dari Indonesia, kebanyakan dari wilayah Indonesia Timur. Sedangkan kebanyakan TKI yang memilih bertahan tinggal di sana adalah TKI yang berasal dari daerah Jawa dan Madura. "Sehingga ditakutkan ini akan seolah-olah diarahkan kepada konflik etnis sesama warga Indonesia yang bekerja di Malaysia. Mereka sengaja dibenturkan oleh pengusaha yang menolak membayarkan gaji mereka," ungkap Wahyu. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian khusus pemerintah Indonesia dalam hal ini KBRI. Pemerintah Indonesia harus dapat mendesak secara politis agar pemerintah Malaysia segera menindak para pengusaha yang mangkir membayar gaji para TKI.
(dni/)











































