Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah besar saat melihat kondisi perkampungan budaya Betawi di Setu Babakan. Balai Betawi yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp 100 miliar itu tampak tak terawat dan banyak yang sudah rusak.
Sekda DKI Jakarta Saefullah mengatakan Ahok merasa kecewa dengan pembangunan dan perawatan Balai Betawi. Dalam ekspektasi Ahok, Balai Betawi jauh lebih menawan dari pada kondisinya saat ini.
"Beliau kan tetap konsen menjaga budaya Betawi. Jadi intinya pekerjannya harus sesuai dengan spek (spesifikasi). Karena itu kita akan cek antara speknya dengan kondisi di lapangan itu harus cocok," ujar Saefullah di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saefullah mengatakan pembangunan Balai Betawi tersebut sebenarnya telah selesai dilaksanakan beberapa lalu oleh Dinas Pariwisata dan Budaya DKI Jakarta. Namun sayangnya perawatannya tidak maksimal.
"Jadi (Ahok) minta dicocokan progamnya karena di lapangan masih ada seng ataupun barang yang nganggur. Itu difungsikan baiknya, jangan dibiarkan menganggur seperti itu," tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah βAhok menjelaskan, ia akan mempelajari kembali Rancangan Anggaran dan Biaya (RAB) pembangunan Balai Betawi tersebut. "Balai Betawi total Rp 120 miliar kok jadinya kayak gitu. Papan pecah dan bocor semua," kata Ahok.
(kff/aan)











































