"Itu (reshuffle) adalah kata yang perlu dipikirkan Presiden. Barangkali reshuffle menjadi jalan keluar," kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2015).
Survei Poltracking Indonesia menyebutkan sebanyak 41,8 persen responden menyatakan kesetujuannya terhadap reshuffle kabinet Jokowi. Responden, sebanyak 48,5 persen, menyatakan tak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzani juga menilai ada pembantu-pembantu Presiden Jokowi yang tak akurat dalam memberikan laporan, sehingga itu berdampak pada kebijakan pemerintahan. Namun demikian, soal reshuffle pemerintahan, Gerindra menyatakan akan tetap berada dalam sikap oposisi meski ditawarkan jabatan di pos pemerintahan.
"Kami tidak pernah diusulkan. Kalau ditawarkan, kami tetap dalam posisi oposisi," tegas Muzani.
(dnu/trq)











































