"Kami mencari kesatupaduan suara Afrika untuk melawan terorisme, terutama yang terjadi di Suriah, Irak, dan tentu saja Libya. Dengan gema yang disuarakan negara-negara tetangga seperti Tunisia dan lainnya, kami menantikan hasil konkret dari pertemuan ini," ungkap Dairi di Lobi Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).
Pemerintah Libya mengecam keras aksi terorisme yang dilancarkan oleh ISIS. Terutama ketika, Minggu (19/4) kemarin, ISIS merilis video pemenggalan kepala yang diklaim mengambil tempat di Libya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja kita sebagai bangsa Asia dan Afrika harus berdiri bersama untuk melawan ISIS," imbuh Dairi.
Libya juga meminta bantuan militer dari organisasi keamanan PBB. Sehingga tentara Libya dapat lebih memiliki kapasitas untuk melawan tantangan ISIS.
"Saya telah berdiskusi dengan pihak Indonesia dan besok Wakil Presiden kami akan tertarik untuk mengetahui tawaran mediasi seperti apa yang ditawarkan dan mengambil manfaat maksimal," pungkas Dairi.
(bpn/vid)











































