"Hari ini terkait KAA ada 12 armada khusus koridor enam," kata Humas PT Transportasi Jakarta, Ferry, kepada detikcom, di Halte TransJ Ragunan, Senin (20/4/2015).
Ferry mengatakan penambahan ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang karena pengalihan arus selama peringatan KAA berlangsung yakni 19-24 April 2015. "Dapat arahan dari Gubernur untuk antisipasi lonjakan penumpang, makanya kita lapis tambah busnya," ucap Ferry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beroperasi selama KAA berlangsung, (dilanjut nggak) lihat kondisi," ucapnya.
Menurutnya pihak PT. TransJ sudah menambah 2 unit bus setiap hari di koridor VI. Bus berwarna oranye tersebut memang kondisinya lebih bagus jika dibandingkan bus abu-abu yang sudah tua.
"Setiap hari rutin minimal 2 unit," kata Ferry.
Penambahan 12 unit bus ini tidak mengurangi jumlah bus abu-abu tua yang beroperasi. Hal ini terlihat dari kondisi di lapangan di mana selain bus oranye, masih terlihat bus abu-abu berlalu lalang di jalan.
Bus tersebut merupakan bus pengadaan saat Udar Pristono masih menjadi Kadishub. Bus berjenis single ini memang terlihat lebih bersih dan baru.
Kondisi interior bus terlihat lebih bagus, ada dua kamera CCVTV, 6 palu pemecah kaca, pegangan tangan penumpang masih lengkap, pintu bisa menutup sempurna dan AC terasa sejuk.
Keberadaan 12 bus oranye "kinclong" ini memang cukup membantu penumpang. Mereka merasa lebih nyaman dengan adanya bus tersebut.
"Saya merasakan sendiri naik TransJ yang abu-abu terus tadi naik yang oranye juga. Tadi yang abu-abu kayaknya tidak layak, tapi bus oranye bisa didefiniskan sebagai bus," ucap salah satu penumpang Royan.
Bagaimana pantauan Anda hari ini? Apakah Anda juga merasakan 12 bus oranye tambahan ini atau Anda masih menemukan bus TransJ yang reyot? Silakan kirim ke masalahsolusi@detik.com.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/mad)











































