Palestina Berharap Bisa Bertemu dengan Presiden Xi Jinping Bahas Perdamaian

Peringatan 60 Tahun KAA

Palestina Berharap Bisa Bertemu dengan Presiden Xi Jinping Bahas Perdamaian

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 14:49 WIB
Palestina Berharap Bisa Bertemu dengan Presiden Xi Jinping Bahas Perdamaian
Menlu Palestina Riyad al-Maliki (Ayunda/detikcom)
Jakarta - Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan tiba di Indonesia untuk menghadiri Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) besok. Menlu Palestina Riyad al-Maliki berharap dirinya memiliki kesempatan untuk dapat melakukan pertemuan bilateral dengan Jinping.

"Kita sangat dekat dengan China. Kita sudah melakukan komunikasi. Perdana Menteri Palestina (Rami Hamdallah) juga dijadwalkan malam ini tiba dan besok mengikuti KAA. Kita berharap bisa bertemu dalam waktu pendek besok," kata Riyad.

Hal ini dikemukakannya usai mengikuti jamuan makan siang kepada wartawan di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2015). Dia berharap dalam pertemuan kedua petinggi negara tersebut, Tiongkok dapat lebih terlibat dalam proses perdamaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita berharap China memiliki keterlibatan yang kuat dalam proses perdamaian dunia," lanjutnya.

Berdasarkan informasi, Jinping dijadwalkan menghadiri peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA). Xi Jinping datang ke Indonesia dengan pesawat Boeing 747-400 private jet di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Selain itu, Riyad juga berharap dari pertemuan KAA ini akan didapatkan hasil yang nyata terkait dukungan deklarasi kemerdekaan untuk Palestina. Sedikit kilas balik, dia menceritakan bagaimana negaranya terus dibombardir peluru dan bom oleh Israel sejak umurnya masih 11 tahun.

"Kita di sini telah mendengar dukungan deklarasi kemerdekaan dari beberapa tahun lalu. Saya masih 11 tahun waktu Israel menyerang kota saya. Sekarang saya sudah 60 tahun namun keadaan masih seperti ini," tutur Riyad.

"Occupation is the worst terrorism! Kita harus fight melawan penjajahan. Untuk itu kita sekarang mungkin harus kembali membahas security council dan lain sebagainya (untuk dapat mewujudkan dukungan deklarasi kemerdekaan menjadi aksi nyata)," pungkasnya.

Seperti diketahui, isu deklarasi kemerdekaan Palestina telah disinggung sejak hari pertama Peringatan Konferensi Asia-Afrika diisi dengan agenda Senior Officials' Meeting (SOM) pada Minggu (19/4) lalu. Menlu RI Retno LP Marsudi menyebut bahwa salah satu aspek menonjol yang dimiliki oleh Indonesia adalah perkembangan sistem demokrasi.

"Salah satu situasi yang memang kita lihat seperti tadi yang saya sampaikan adalah masalah perlunya ditingkatkan toleransi antar umat manusia," imbuh Retno.

(aws/bar)


Berita Terkait