ADVERTISEMENT

Anulir Vonis Mati 2 Gembong Narkoba WN Iran, Hakim: Pidana Bukan Pembalasan

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 14:23 WIB
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tinggi (PT) Bandung menganulir hukuman mati 2 gembong narkoba asal Iran, Mustofa Moradalivand dan Seyed Hashem. Majelis banding mengampuni keduanya dan hukuman diganti dengan hukuman penjara seumur hidup.

"Penjatuhan pidana kepada terdakwa bukanlah merupakan pembalasan, akan tetapi merupakan bentuk pembinaan dan pembelajaran agar di kemudian hari terdakwa tidak lagi melakukan perbuatan yang dapat dijatuhi pidana," demikian pertimbangan PT Bandung sebagaimana dilansir website PT Bandung, Senin (20/4/2015).

Keduanya ditangkap oleh BNN pada 26 Februari 2014 di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. Saat itu, keduanya berencana mengambil narkotika yang sebelumnya ditanam di Cagar Alam Tangkuban Parahu, Kampung Batu Sapi, Kecamatan Palabuhanratu, seberat 40 kg sabu.

"Di samping itu penjatuhan pidana ini juga memberi contoh kepada masyarakat agar tidak melakukan perbuatan melanggar hukum sebagaimana yang dilakukan terdakwa," putus majelis secara bulat oleh ketua majelis Djernih Sitanggang dengan anggota Russedar dan Edwarman.

Hukuman penjara seumur hidup ini mengubah hukuman mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Cibadak kepada keduanya pada 6 Januari 2014. Hukuman mati ini jauh di atas tuntutan jaksa yang menuntut hukuman 20 tahun penjara untuk Mostafa dan 15 tahun untuk Seyed. Atas penjatuhan hukuman mati itu, majelis hakim yang terdiri dari Tafsir Sembiring, Jan Oktavianus dan AA Oka BG diberi apresiasi oleh BNN. Tapi apa daya, semangat pemberantasan narkoba hingga akar-akarnya dikikis oleh PT Bandung.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup," ucap majelis dengan suara bulat pada 30 Maret 2015 lalu.

(asp/nrl)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT