KNKT dan Bandara Bahas Tergelincirnya Mandala

KNKT dan Bandara Bahas Tergelincirnya Mandala

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 16:11 WIB
Semarang - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tiba di Semarang. Bersama pihak Bandara Ahmad Yani Semarang, mereka membahas sebab musabab tergelincirnya pesawat Mandala Airlines pada Jum'at (11/2/2005).Tim KNKT yang berjumlah empat orang itu dipimpin langsung Ketuanya, Setio Rahardjo. Mereka melakukan rapat pada pukul 10.00 WIB, Sabtu (12/2/2005) di Ruang Direktur PT Angkasa Pura II Semarang. Hadir dalam acara itu, engineering Suryanto, Kokoh Suharyoko, teknisi Ronavidi, dan Dirjen Penerbangan Kapt Christian.Di sela-sela rapat, Ketua KNKT Setio Rahardjo menyempatkan diri menemui wartawan. Dijelaskan, pihaknya masih belum bisa menyimpulkan penyebab tergelincirnya pesawat Mandala. Dia bersama timnya datang hanya untuk melakukan pengumpulan data."Seperti insiden (pesawat Lion) di Solo itu kami baru menyimpulkan setelah dua tiga bulan. Penyebabnya adalah ini itu. Saat ini juga begitu, kami belum bisa menjelaskan apa yang terjadi dengan pesawat Mandala sehingga bisa tergelincir," papar Setio.Beberapa hal yang dibahas, kata dia, antara lain teknis evakuasi, teknis pesawat, prosedur pendaratan, dan kondisi cuaca. Karena itu, KNKT akan meminta keterangan pada petugas bandara dan pihak Mandala.Dari keterangan itu pihaknya akan menyampaikan rekomendasi."Memang, cuaca buruk harus diwaspadai. Tapi apa perlu peralatan khusus, misalnya, untuk memantau landing tidaknya pesawat dalam cuaca tertentu. Ini yang nantinya akan kami sampaikan," jelasnya.Berdasar sekilas pemantauannya, Setio menyimpulkan, tidak ada kerusakan parah pada pesawat. Hanya ban dan pelapis mesin bagian kanan saja yang perlu diganti. Sedangkan, bagian lainnya tidak apa-apa. Dua atau tiga hari perbaikan, pesawat sudah boleh diterbangkan lagi.Sementara untuk landasan, Setio menegaskan tidak ada masalah. Landasan sepanjang 1600 meter masih berstatus runaway landing. Artinya, landasan tetap bisa digunakan bagi pesawat yang take off atau landing di bawah 1.600 meter. "Misalnya, pesawat jenis Cassa," imbuhnya.Berdasarkan dugaan awal, tergelincirnya pesawat disebabkan lansdasan yang basah karena air hujan. Pada saat kejadian, Semarang dan sekitarnya diguyur hujan deras. Diperkirakan ada genangan air yang membuat roda pesawat selip. Untung saja, dalam insiden ini tak ada korban jiwa. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads