Ratusan Mahasiswa Unsyiah Masih Duduki Rektorat
Sabtu, 12 Feb 2005 16:07 WIB
Banda Aceh - Ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh masih terus menduduki gedung rektorat sampai Sabtu (12/2/2005). Mereka tetap menuntut Rektor Unsyiah Prof.Dr.Abdi A Wahab untuk mundur. Mereka juga telah menamakan diri sebagai Penguasa Darurat Kampus."Untuk sementara, gedung rektorat ini kami jadikan posko untuk mendata mahasiswa dan dosen yang selamat dari tsunami. Kami juga akan melakukan relokasi terhadap mahasiswa dan dosen yang sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Rencananya akan kami tempatkan di gedung kedokteran," ujar Pjs Ketua BEM, Hendra Kurniawan pada detikcom, Sabtu (12/2/2005).Dikatakan Hendra, saat ini untuk sementara kampus mereka ambil alih dalam hal pendataan dan relokasi mahasiswa, dosen. Pasalnya, pihak kampus dinilai tidak kooperatif dan juga tidak memiliki rasa keprihatinan kepada para mahasiswa dan dosen yang terkena bencana gempa bumi dan tsunami."Untuk itu, kami tetap menuntut agar rektor mundur dari jabatannya, walau sudah mengabulkan permintaan agar SPP gratis untuk semester ini. Tapi semua ini karena akumulasi persoalan-persoalan yang ada selama ini," tuturnya.Belum tahu sampai kapan kampus akan diduduki para mahasiswa yang menamakan dirinya Penguasa Darurat Kampus ini. Hendra menegaskan, bahwa penguasa darurat kampus hanya sebuah istilah saja. Unsur-unsur utamanya adalah semua lembaga mahasiswa yang ada di kampus Unsyiah. "Karena situasi sekarang benar-benar darurat," tegasnya.Rektor Unsyiah, Prof.Dr.Abdi A Wahab sampai saat ini dikabarkan masih berada di Jakarta.
(nrl/)











































