Lagi-lagi Palembang Banjir

Lagi-lagi Palembang Banjir

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 15:53 WIB
Palembang - Hujan yang turun sejak pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, Sabtu (12/2/2005) membuat Palembang kembali tergenang. Sejumlah kawasan pemukiman kembali menikmati banjir yang tak mau pergi selama sebulan ini. Bahkan, Jembatan Ampera pun sebagian ruas jalannya tergenang dan airnya mengalir deras ke pangkalan jembatan tersebut.Tampaknya tak banyak kata yang harus dikeluhkan warga Palembang, setiap kali hujan turun -- meskipun tidak terlalu deras -- seperti Sabtu siang hingga sore ini, pemukiman mereka mengalami banjir atau tergenang. Para pengguna jalan harus menikmati kemacetan akibat sejumlah ruas jalannya tergenang.Pemukiman yang menjadi langganan banjir yakni di kawasan Kertapati, Gandus, Sekip, Rajawali, Kalidoni, Plaju. Sementara ruas jalan yang tergenang antara lain sebagian Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan M. Isa, Jalan Mayor Ruslan, Jalan Kol. Atmo, Jalan R. Sukamto dan Jalan Basuki Rachmat.Khusus di Jalan R. Sukamto genangan air setinggi hampir 50 centimeter tampak di depan Palembang Trade Center (PTC), yang baru beroperasi sejak 2004 lalu. Selain jalan di depannya, genangan air juga melimpah di bagian belakang mall itu, yang dibangun di areal yang dulu sebagiannya adalah rawa. Genangan air memasuki rumah penduduk di kawasan pemukiman Seduduk Putih.Meskipun suasana banjir -- setiap kali hujan -- berlangsung selama sebulan ini, tampaknya pengelola PTC maupun Pemerintah Palembang tidak melakukan tindakan apa pun. Berdasarkan pemantauan detikcom, genangan di ruas jalan itu lantaran parit tempat pembuangan air selain sempit juga rendah atau tidak seimbang dengan kapasitas pembuangan air, di samping itu kawasan mall yang berdekatan dengan Hotel Novotel, tidak menyediakan kolam retensi atau penampung air sementara.Sebelumnya Walikota Palembang Eddy Santana Putra kepada pers di kediamannya Jalan Tasik Palembang mengatakan, persoalan banjir di Palembang sangat kompleks. Hal ini terkait dengan siklus air yang terjadi di Sungai Musi. "Salah satu masalahnya kawasan resapan air di hulu Sungai Musi berupa hutan telah rusak, akibatnya air yang seharusnya tertampung dahulu di hulu, mengalir cepat ke muara atau ke Kota Palembang," katanya.Eddy mengatakan pihaknya berencana membuat "sistem pompa" di beberapa muara anak Sungai Musi, "Saat ini ada sekitar enam anak Sungai Musi yang telah selesai dilakukan studi. Masalahnya satu, sistem pompa membutuhkan dana lebih kurang Rp 98 miliar," ujarnya. (nrl/)


Berita Terkait