Sisi Lain KAA: PM Zhou Diancam Dibunuh, Sukarno Tak Acuh

Peringatan 60 Tahun KAA

Sisi Lain KAA: PM Zhou Diancam Dibunuh, Sukarno Tak Acuh

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 13:56 WIB
Jakarta - Nota rahasia tentang adanya informasi upaya pembunuhan terhadap Perdana Menteri Cina Zhou Enlai di acara Konferensi Asia Afrika 1955 membuat panitia 'kelimpungan'. Pasalnya keselamatan diri para kepala negara dan anggota delegasi KAA menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia selaku tuan rumah.

Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo pun segera menggelar rapat dengan para penanggung jawab keamanan di Jawa Barat (Jabar). Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Jabar Sanusi Hardjadinata, Jenderal AE Kawilarang, Kepala Polda, dan Kepala CPM Kolonel Rusli.

PM Ali menginstruksikan mereka untuk memperketat penjagaan keselamatan Zhou. Dia juga menginstruksikan supaya orang-orang Cina yang saat itu sedang berpesta diawasi polisi. Apalagi ada kabar dalam pesta tersebut akan dibagikan pistol dan alat peredamnya untuk membunuh PM Zhou.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selesai memberi perintah PM Ali tak lantas bisa tenang, maka dia pun melapor ke Presiden Sukarno. Ia menyarankan agar rencana Presiden Sukarno dan PM Zhou Enlai berkeliling kota Bandung dengan mobil terbuka dibatalkan.

Alih-alih mendapat petunjuk, tetapi Bung Karno justru tak menggubris nota rahasia yang berdasar laporan dinas intelijen cina itu.

Bung Karno meminta semua pihak tidak terlalu membesar-besarkan laporan intelijen itu. Si Bung berfirasat, Insya Allah tidak akan terjadi apa-apa terhadap diri Zhou EnLai.

PM Ali pun tak punya pilihan lain selain mengamankan pawai Bung Karno dan PM Zhou. “Saya tidak punya pilihan lain dan memerintahkan supaya jalan-jalan yang akan dilewati Bung Karno dan Zhou diperketat penjagaannya dengan mengerahkan sebanyak mungkin polisi berpakaian sipil. Memang untunglah tidak ada kejadian pada PM RRT itu, tetapi barulah ketika ia meninggalkan Indonesia, saya dan semua petugas keamanan merasa lega,” tulis Ali dalam buku 'Tonggak-tonggak di Perjalananku', yang dikutip detikcom, Senin (4/20/2015).

Kisah lain tentang hubungan Sukarno dengan PM Zhou Enlai bisa dibaca di majalah detik edisi 177.


(erd/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini