Sarapan Roti Bakar Malah Terkena Peluru Nyasar

Sarapan Roti Bakar Malah Terkena Peluru Nyasar

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 15:03 WIB
Jakarta - Apes benar nasib Riski (23 tahun). Riski yang sedang menyantap roti bakar di salah satu tenda di kawasan Jalan Panjang, Jakarta Barat, Sabtu (12/2/2005) dinihari malah terkena peluru nyasar yang bersarang di lehernya. Akibatnya, Riski harus dirawat di RS Graha Medika, Jakarta Barat. Insiden bermula saat personel Polsek Metro Kebon Jeruk Sabtu (12/2/2005) dini hari menggelar razia pencurian mobil di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Saat itu tengah meluncur mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor polisi B 8586 SI. Namun saat polisi mencoba menghentikan laju mobil, tiba-tiba mobil yang ditumpangi oleh Ade Saputra berhenti, berjalan mundur dan langsung berbalik arah mencoba kabur ke arah Jalan Raya Perjuangan, Jakarta Barat. Spontan seorang perwira mencoba menghentikan mobil. Ia langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Naas, mobil tetap saja melaju. Tapi dari pinggir jalan, tiba-tiba Riski tergeletak. Tembakan peringatan yang dikeluarkan polisi ternyata membentur dan memantul ke arah Riski, langsung mengenai lehernya. Riski langsung dilarikan ke RS Graha Medika. Tadi pagi, petugas medis rumah sakit sudah melakukan operasi dan mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di lehernya. Riski selamat. "Operasi tadi pagi sudah berhasil mengeluarkan proyektil yang bersarang di lehernya. Peluru itu tidak sampai ke tulang, karena korban hanya terkena tembakan reclosed. Tadi saya sudah bertemu dengan keluarga korban. Mereka mengatakan bahwa ini hanya musibah," kata Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Suhardi Alius saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/2/2005) sore. Suhardi berjanji pihak kepolisian akan mengganti seluruh biaya rumah sakit akibat peristiwa peluru nyasar tersebut. Bagaimana dengan nasib Ade? Sekitar 300 meter dari tempat Ade melarikan diri, polisi berhasil menghentikan laju kendaraan Ade. Setelah polisi menembakkan kaca belakang mobil. Ade pun sempat terluka dan langsung dilarikan ke RS Sumber Waras, Grogol, Jakarta Barat. "Dari hasil pemeriksaan dokter di RS Sumber Waras, diketahui bahwa darah Ade mengandung Narkoba. Ia positif pengguna narkoba. Itu mungkin yang menyebabkan ia kabur saat hendak di razia," jelas Suhardi. Untuk itu, kini Ade terpaksa menjalani pemeriksaan di Polsek Kebon Jeruk karena mengkonsumsi narkoba. Selain Ade, seorang perwira polisi yang berpangkat Iptu kini sedang diperiksa sehubungan peristiwa peluru nyasar tersebut. Menurut Suhardi kelalaian yang mungkin terjadi karena anggota tersebut mengeluarkan tembakan peringatan tetapi arahnya tidak ke udara terbuka. "Anggota kami tetap diperiksa. Kalau ternyata ada unsur kelalaian dalam bertugas tentu ia akan mendapat sanksi. Tapi dari pemeriksaan sementara yang bersangkutan sudah menjalankan pekerjaannya sebagaimana prosedur yang telah ditetapkan," bela Suhardi. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads