Kembangkan Sektor Maritim, Indonesia Akan Pimpin IORA Periode 2015-2017

Peringatan 60 Tahun KAA

Kembangkan Sektor Maritim, Indonesia Akan Pimpin IORA Periode 2015-2017

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 13:08 WIB
Kembangkan Sektor Maritim, Indonesia Akan Pimpin IORA Periode 2015-2017
Jakarta - Indonesia tengah gencar membangun poros maritim dunia pada periode pemerintahan kali ini. Menlu Retno LP Marsudi dalam pidato pembukaan pada Asian-African Ministerial Meeting menyatakan bahwa Indonesia akan memimpin salah satu organisasi maritim dunia.

"Sebagai calon ketua Indian Ocean Rim Association atau kita sebut sebagai IORA periode 2015-2017, Indonesia akan mempromosikan kerja sama maritim," tutur Retno di Assembly Hall JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).

Dia menambahkan bahwa kerja sama maritim dapat semakin mendekatkan negara-negara di kawasan Asia dan Afrika. Hal ini merupakan kesinambungan dari dokumen-dokumen yang tengah disusun dalam peringatan KAA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada akhir pertemuan hari ini, kita akan memiliki pesan politik dari pimpinan negara kita pada Bandung Message yang kemudian diimplementasikan dalam New Asia Africa Strategic Partnership (NAASP) untuk mendukung pula kerja sama selatan-selatan," imbuh Retno.

Dalam side event peringatan KAA, Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo juga akan menyampaikan pidato kunci seputar program kerja sama. Acara yang rencananya berlangsung esok hari (21/4) di JCC tersebut juga akan diisi oleh pembicara dari Fiji, Maladewa, dan Afrika Selatan.

Sementara mengenai anggota IORA sendiri terdiri dari 20 negara yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Pada konferensi pertama IORA tahun lalu dibicarakan mengenai ekonomi biru (blue economy), yakni pengembangan sektor perekonomian berbasis perikanan dan kelautan.

Mengenai sektor perikanan dan kelautan sendiri, saat ini Indonesia sedang gencar memberantas pelaku illegal fishing. Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti bahkan tak segan-segan menenggelamkan kapal pencuri ikan yang kebanyakan berasal dari luar negeri.

(bpn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads