"Hal tersebut (ketidakpuasan publik) diperparah atas ulah beberapa menteri-menteri atau pejabat setingkat menteri yang punya hidden agenda sendiri di pemerintahan," ujar Ahmad Basarah dalam pesan singkat, Senin (20/4/2015).
โBasarah tak menyebut menteri dimaksud, namun hal itu dinilainya turut menjadi faktor ketidakpuasaan publik terhadap kinerja pemerintahan, lantaran proses adaptasi kabinet kerja yang lamban sejak dilantik 6 bulan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara soal reshuffle yang berdasarkan survei Poltracking Indonesia didukung 41,8 โ% publik, Basarah menyebut memang tak bisa dihindari adanya reshuffe.
"Menurut saya karena salah satu faktor tidak maksimalnya kinerja pemerintahan Jokowi adalah kinerja kabinet yang tidak maksimal maka pilihan reshuffle kabinet memang sulit dihindari," ucap anggota komisi III DPR itu.
(iqb/trq)











































