Kompleks perumahan tempat tinggal korban, Town House deHill, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jaksel, tak dapat dimasuki sembarang orang. Dua orang petugas berjaga cukup ketat di pos keamanan di dekat gerbang masuk yang ditutup.
Salah seorang petugas pengamanan kompleks, Rommy, tidak mengizinkan para wartawan yang datang. Bahkan Rommy meminta identitas setiap awak media untuk dicatat dalam buku tamu. Menurutnya, pihak keluarga Thalib Abbas memang meminta untuk melarang media meliput di kediaman mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari luar gerbang, terlihat town house berisi 40 rumah itu sangat sepi. Hanya satu-dua orang yang tampak keluar dari rumah. Semua rumah di kompleks mewah bergaya minimalis ini berlantai 2 dengan luas sekitar 120 meter.
Menurut pihak manajemen, harga satu rumah di Town House deHills senilai Rp 1 miliar per unit. Setiap orang yang datang memang diwajibkan melaporkan kepada pihak keamanan perumahan yang berbatasan dengan Kali Ciliwung itu.
"Di sini sistem perumahan satu pintu. Pasaran harganya satu rumah sekitar Rp 1 miliar. Di sini hak milik, nggak dikontrakin. Orang yang mau datang harus melapor ke kemanan dulu. Ini demi menjaha kenyamanan dan keamanan warga," kata pegawai manajemen, Yance (35) di lokasi yang sama.
Thalib disekap oleh 5 pria yang mengaku sebagai anggota polisi. Ia dirantai dan dianiaya para pelaku yang meminta tebusan Rp 400 juta. Korban pun mengalami luka memar, dan saat disekap tangannya diborgol rantai.
(ear/mad)











































