"Semua akan dirazia. Kita bertahap," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2015).
Ahok mengatakan, razia akan dilakukannya pada malam hari. Sehingga para penghuni rusun tak dapat mengelak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, saat ini Ahok membiarkan para oknum itu menjalankan aksinya. Mereka akan diamankan saat razia tengah malam.
"Jadi saya, strategi kita apa, silakan aja orang yang mau curang, niat beli niat jual, kita biarin aja. Begitu kita razia tengah malam, kita sita. Kamu hilang Rp 20 juta (harga sewa rusun)," urainya.
Oleh karena itu, pihaknya membuat sistem pembayaran melalui Bank DKI dan bank lain yang bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Jika ada data yang tidak sesuai, pihaknya akan mengecek di Bank Indonesia untuk mengetahui data yang sebenarnya.
"Begitu enggak sesuai, kami akan usir, gitu aja sih. Karena susahnya apa? Warga ada yang ikut main, oknumnya ada, yang tinggal di sana juga ikut main, oknum pejabat juga main," terangnya.
Sementara para warga yang mengetahui aksi nakal tersebut tidak berani melaporkan. "Karena orang Jakarta ngerti sekali pepatah, 'buat apa ada musuh, untuk apa dibenci orang'. Nah itu juga masalah gitu," tutupnya.
(aws/bar)










































