Otoritas Bandara Wilayah II di Medan masih mendalami kedatangan Mario di Kualanamu. Yang jelas, pria asal Rokan Hilir, Riau, itu dipergoki petugas keamanan tengah berlalu lalang di terminal bandara, Minggu (19/4). Selanjutnya, ia ditangkap.
"Rencananya (Mario) kami terbangkan ke Pekanbaru sore ini," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah II di Medan, Nasir Usman, Senin (20/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumat atau Sabtu, Mario tiba di Sumut. Tak diketahui apakah dia langsung menuju Kualanamu atau tinggal di tempat lain. Yang pasti, pria yang menyusup roda pesawat dari Pekanbaru ke Jakarta pada 7 April lalu itu, ditemukan berada di Kualanamu, Minggu (19/4).
Kepada petugas, Mario mengaku tak hendak menyusup ke pesawat. Ia mengatakan cinta dunia penerbangan, sehingga senang berada di bandara. Benarkah?
Mario berstatus sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan PPNS Kemenhub, ia mengaku pernah akan menyusup via Kualanamu, tapi gagal karena tepergok petugas. Apakah kehadirannya di Kualanamu terkait hal itu? Atau ia memang sekadar cinta dunia penerbangan dan memutuskan pergi jauh dari Pekanbaru Riau ke Sumut hanya untuk melihat bandara dan pesawat?
(try/nrl)










































