Ministerial meeting tersebut berlangsung di ruang Assembly Hall, Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Menlu Retno selaku pimpinan didampingi oleh Menlu Afrika Selatan Maite Nkoana Mashabane selaku wakil pimpinan.
Dalam sambutannya, Menlu Retno mengatakan, masalah yang terjadi pada KAA 1955 silam lebih kepada koloniaslisme. 3 dekade kemudian negara-negara Asia dan Afrika dilanda masalah kemiskinan, bahkan diliputi konflik yang menyebabkan ketidakstabilan.
"Kemudian ketidaktoleransian juga meningkat. Ada apa dengan kita? Apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi tantangan?" ujar Retno.
Untuk itu, lanjut Retno, perlu adanya semangat solidaritas antar negara-negara Asia dan Afrika. Ditegaskan Retno, Indonesia siap untuk tumbuh bersama. Retno juga menegaskan perlu adanya kesejajaran antara negara Asia dan Afrika.
"Tumbuh bersama adalah kewajiban. Indonesia siap tumbuh bersama dengan negara-negara Asia Afrika," tegas Retno.
Pertemuan ini dihadiri oleh para menteri luar negeri negara Asia dan Afrika.
(jor/mad)











































