6 Fakta Penculikan Sadis Pengusaha: Dirantai hingga Tebusan Rp 400 Juta

Penculikan Pengusaha Jagakarsa

6 Fakta Penculikan Sadis Pengusaha: Dirantai hingga Tebusan Rp 400 Juta

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 20 Apr 2015 09:39 WIB
6 Fakta Penculikan Sadis Pengusaha: Dirantai hingga Tebusan Rp 400 Juta
Jakarta -

Malang nian nasib pengusaha, Thalib Abbas. Pria ini disekap lima penculik bersenjata yang mengaku sebagai polisi dan dimintai tebusan Rp 400 juta. Wajahnya penuh memar dengan kedua tangannya dirantai.

Kisah penculikan ini berawal saat Thalib menerima kedatangan 5 pria berbadan tegap di kediamannya, Cluster de'Hill Jl Camat Gabun II RT 4/8 No B10 Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jaksel, pada Selasa 14 April 2015.

Tiba-tiba kelima pria itu menculik pria paruh baya ini. Entah apa motifnya, para penculik tersebut tidak tanggung-tanggung meminta tebusan Rp 400 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluarga Thalib lalu sempat mentransfer uang Rp 5 juta ke rekening salah satu pelaku. Namun komplotan penculik ini justru berang dan mengirimkan surat ancaman ke keluarga Thalib yang isinya, apabila permintaan uang tebusan Rp 400 juta tidak dipenuhi maka nyawa Thalib pun melayang.

Bukan hanya surat ancaman semata, keluarga dikirimi foto kondisi Thalib nan menggenaskan. Dalam foto itu, Thalib yang disekap itu mengenakan kaos oblong putih dan sarung bermotif batik. Ia tengah duduk bersila dengan kedua tangannya yang dirantai. Wajah Thalib juga tampak memar dianiaya para penculik.

Para pelaku terus mendesak keluarga Thalib memenuhi permintaan mereka. Kasus penculikan ini kini tengah ditangani tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memburu para pelaku dan mengungkap motif penculikan.


Berikut 6 fakta ini:

1. 5 Pria Berbadan Tegap

Seorang pengusaha bernama Thalib Abbas dilaporkan diculik dari rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatanβ€Ž. Para pelaku berjumlah 5 orang pria yang tidak dikenal identitasnya.

Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teukuβ€Ž Arsya Khadafi saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Pelakunya masih dalam pengejaran," ujar Arsya saat dihubungi detikcom, Minggu (19/4/2015).

Informasi dihimpun detikcom, peristiwa penculikan terjadi pada Selasa (14/4) lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban dijemput paksa oleh 5 pria tidak dikenal di rumahnya di cluster de'Hill Jl Camat Gabun II RT 4/8 No B10 Kelurahan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jaksel.

Kelima pelaku adalah pria berbadan tegap. Mereka datang ke rumah korban dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna silver.

Para pelaku berpura-pura bertamu di rumah korban. Setelah diterima korban, kelimanya langsung menculik korban yang berusia paruh baya itu.

Keluarga yang tidak mendapat kabar dari korban maupun pelaku kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke aparat Polda Metro Jaya, pada Rabu (15/4/2015) lalu.

Belum diketahui apa motif penculikan tersebut. Polisi sampai saat ini masih mencari keberadaan korban dan juga para pelakunya.

2. Soft Gun dan Mengaku Polisi

Seorang pengusaha, Thalib Abbas diculik dari rumahnyaβ€Ž di Cluster de'Hill Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku berjumlah 5 orang itu mendatangi rumah korban dengan mengaku-aku sebagai anggota polisi.

"Mereka datang seolah-olah sebagai anggota polisi sambil membawa airsoft gun," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto saat dihubungi detikcom, Minggu (19/4/2015).

Heru menjelaskan, peristiwa penculikan terjadi pada Selasa (14/4) lalu sekitar pukul 21.30 WIB. Pelaku datang ke rumah korban dengan mengaku sebagai anggota polisi.

"Mereka juga membawa lencana," imbuhnya.

Selanjutnya, korban dibawa paksa naik ke atas mobil Toyota Avanza warna silver. Sampai saat ini, korban dan para pelaku masih dilacak keberadaannya.

Belum diketahui pasti apa motif penculikan pria berusia 70 tahun ini. Namun yang pasti, para pelaku meminta keluarga mentransfer uang sebesar Rp 400 juta sebagai syarat untuk membebaskan korban.

"Para pelaku masih kita cari mudah-mudahan segera ketemu," tutupnya.

3. Tebusan Rp 400 Juta

Seorang pengusaha, Thalib Abbas diculik olβ€Žeh 5 orang pria tidak dikenal di rumahnya di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Belum diketahui apa motif penculikan itu, yang jelas para pelaku meminta tebusan atas korban kepada keluarganya.

"Para pelaku meminta tebusan sebesar Rp 400 juta ke kelluarga korban," ujar Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi saat dihubungi detikcom, Minggu (19/4/2015).

β€ŽKepada keluarga korban, para pelaku mengancam akan membunuhnya jika uang tersebut tidak segera dikirimkan.

"Keluarga baru mengirim uang sebesar Rp 5 juta," imbuhnya.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mengejar pelaku yang masih meenguasai korban. Belum jelas betul apakah ada motif persaingan bisnis di balik penculikan pria berusia 70 tahun ini.

"Motifnya belum tahu, pelaku masih kami kejar," tutupnya.

Sebelumnya, korban diculik dari rumahnya di Cluster de'Hill Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/4) malamm lalu. Keluarga korban baru melaporkan kasus penculikan itu pada Rabu (16/4) setelah ada per

4. Ancaman Habisi Nyawa

Lima pria yang menculik Thalib Abbas memberikan surat ancaman ke keluarga korban. Dalam surat tersebut, para pelaku memaksa keluarga korban untuk menyerahkan uang sebesar Rp 400 juta jika ingin nyawa pengusaha tersebut selamat.

"Pelaku memeras keluarga korbanβ€Ž untuk mengirimkan uang sebesar Rp 400 juta," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto kepada detikcom, Minggu (19/4/2015).

Heru menambahkan, keluarga korban sempat mentransfer uang sebesar Rp 5 juta ke rekening salah satu pelaku. Namun pelaku justru berang dan kembali mengirimkan surat ancaman.

"Setelah dikirim uang Rp 5 juta, pelaku kirim surat ke keluarga korban dan meminta uang Rp 400 juta dikirim hari itu juga," imbuhnya.

Dalam surat tersebut, para tersangka mengancam akan menghabisi nyawa korban jika uang yang diminta tidak segera diberikan.

Korban sendiri dilaporkan diculik dari rumahnya pada Selasa (14/4) lalu. Namun keluarga korban baru melapor pada Rabu (15/4).

5. Transfer Rp 5 Juta

β€ŽKeluarga pengusaha Thalib Abbas belum bisa memenuhi permintaan dari penculik uang tebusan Rp 400 juta. Keluarga hanya mentransfer Rp 5 juta.


"Pelaku memeras keluarga korbanβ€Ž untuk mengirimkan uang sebesar Rp 400 juta," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto kepada detikcom, Minggu (19/4/2015).

Heru menambahkan, keluarga korban sempat mentransfer uang sebesar Rp 5 juta ke rekening salah satu pelaku. Namun pelaku justru berang dan kembali mengirimkan surat ancaman.

"Setelah dikirim uang Rp 5 juta, pelaku kirim surat ke keluarga korban dan meminta uang Rp 400 juta dikirim hari itu juga," imbuhnya.

Dalam surat tersebut, para tersangka mengancam akan menghabisi nyawa korban jika uang yang diminta tidak segera diberikan.

Korban sendiri dilaporkan diculik dari rumahnya pada Selasa (14/4) lalu. Namun keluarga korban baru melapor pada Rabu (15/4).


6. Dirantai dan Dianiaya

Seorang pengusaha di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Thalib Abbas diculik 5 orang pria yang mengaku sebagai anggota polisi. Selama menyekap, para pelaku memperlakukan korban secara sadis dengan menganiaya dan mengikat tangan korban dengan rantai.

"Korban mengalami luka memar diduga dianiaya, dan tangannya diborgol rantai," kata Kanit II Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi kepada detikcom, Minggu (19/4/2015) malam.

Arsya mengatakan, β€Žhal itu diketahui berdasarkan selembar foto yang dikirimkan ke keluarga korban. Dalam foto tersebut, tampak korban duduk dengan posisi kaki bersila.

Dari sebuah foto yang didapat detikcom dari pihak kepolisian, pria renta itu mengenakan kaus oblong berwarna putih dan sarung bermotif batik. Kedua tangannya tampak dirantai dengan rantai yang panjang.

Foto tersebut diambil oleh pelaku di sebuah ruangan yang diduga menjadi tempat penyekapan korban. Mulut korban juga tampak memar, diduga korban dianiaya.

Bersama dengan foto tersebut, para pelaku juga meminta keluarga korban untuk segera mengirimkan uang sebesar Rp 400 juta ke para pelaku.

Sejauh ini, tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih memburu para pelaku. Belum diketahui apa hubungan korban dengan para pelaku.
Halaman 2 dari 7
(aan/fjr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads