Soal Embargo Senjata atas Cina, Australia Tolak Dukung AS

Soal Embargo Senjata atas Cina, Australia Tolak Dukung AS

- detikNews
Sabtu, 12 Feb 2005 14:22 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia menolak ajakan Amerika Serikat untuk menggagalkan upaya Uni Eropa mencabut embargo senjata terhadap Cina. Embargo tersebut telah berlangsung selama 15 tahun. Washington tidak setuju jika embargo penjualan senjata itu diakhiri. Untuk itu AS mengajak Jepang dan Australia untuk bergabung dalam upaya melobi Uni Eropa agar tidak jadi mencabut embargo tersebut. Jepang setuju. Namun tidak demikian halnya dengan Australia. Demikian seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/2/2005).Pemerintahan John Howard menolak ajakan AS tersebut. Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Alexander Downer menyatakan bahwa pemerintahnya tidak akan menentang upaya pencabutan embargo senjata oleh Uni Eropa. Sanksi embargo tersebut diterapkan setelah peristiwa berdarah di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989, ketika terjadi bentrokan antara militer Cina dengan massa pro-demokrasi. Menyusul kunjungan Presiden Prancis Jacques Chirac ke Cina pada Oktober 2004 lalu, Uni Eropa telah berulang kali menyatakan akan mencabut embargo tersebut. Namun tidak menyebutkan kapan pencabutan akan dilakukan. Spekulasi beredar bahwa langkah itu akan diumumkan pada peringatan 30 tahun hubungan diplomatik Uni Eropa-Cina pada Mei 2005 mendatang.Sikap menentang Australia ini disesalkan pejabat-pejabat AS. "Australia penting karena itu penentu bagaimana koalisi AS akan berjalan baik," ujar seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya.Sejumlah petinggi AS bahkan yakin bahwa Australia telah disuap dan dibujuk oleh pemerintah Beijing. Sikap Australia ini bisa dibilang tidak biasa. Pasalnya, Australia selama ini selalu mendukung pemerintah AS menyangkut isu Irak, Afghanistan dan perang melawan terorisme.Namun Washington dan Canberra tidak bisa mengkoordinasikan kebijakan mereka mengenai Cina. Seperti yang dicetuskan Downer beberapa waktu lalu di Beijing, Cina. Saat itu Downer mengatakan bahwa Australia tidak akan ikut mendukung AS jika Washington merasa harus melancarkan serangan militer ke Cina untuk melindungi Taiwan. (ita/)


Berita Terkait