Pada Senin (20/4/2015), Retno dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri dari sejumlah negara yakni di antaranya, Menlu Salomon Islands Milner Tozaka, Menlu Fiji Ratu Inoke Kubuabola, dan Menlu Vanuatu Sato Kilman. Mereka akan menyampaikan pandangan negara-negara pasifik yang menilai Indonesia sebagai pintu negara-negara Asia.
"Dalam kesempatan pertemuan ini, dinyatakan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatan kerjasama teknis dan capacity building dengan negara negara pasifik di bidang prioritas seperti manajemen pariwisata, pertanian dan penanggulangan bencana," kata Kementerian Luar Negeri dalam keterangan pers yang diterima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia dan Afrika Selatan, selaku ketua dan wakil ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) periode 2015-2016 berkomitmen untuk bekerjasama agar IORA dapat menghasilkan kerja sama konkret bagi penguatan kesejahteraan negara negara di Asia Tenggara. Kesempatan ini juga akan dijadikan Retno untuk menegaskan komitmen Indonesia dan Afrika Selatan sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA)agar IORA bisa menghasilkan kerjsama konkret bagi penguatan kesejahteraan negara negara di Asia Tenggara.JCBC direncanakan ditandatangani pada kesempatan pertama (hari ini)," sambungnya.
Retno juga dijadwalkan bertemu Menlu Papua New Guinea Rimbink Pato untuk berbicara terkait penguatan kerja sama ekonomi yang secara konkrit akan diselenggarakan pada Joint Ministerial Committee (JMC) ketiga pada September mendatang. Retno juga akan bertemu dengan Menlu Irak Ibrahim Al-Jafaari untuk finalisasi Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas serta mendorong pembentukan konsultasi bilateral dan nota kesepahaman kerja sama Pelatihan Diplomatik antara Indonesia dan Irak.
Terakhir, Retno akan bertemu Menlu Nepal Mahendra Bahadur Pandey untuk menyepakati peningkatan volume perdagangan kedua negara yang tahun lalu hanya US$ 17,56 juta. Nilai ini dinilai belum mencerminkan potensi kedua negara. Kerjasama yang akan dibahas keduanya lebih banyak menyentuh sektor strategis dan kerjasama pariwisata.
(bil/imk)











































