Bahas Ekonomi, Menlu Retno Adakan 7 Pertemuan Bilateral

Peringatan 60 Tahun KAA

Bahas Ekonomi, Menlu Retno Adakan 7 Pertemuan Bilateral

- detikNews
Senin, 20 Apr 2015 07:54 WIB
Bahas Ekonomi, Menlu Retno Adakan 7 Pertemuan Bilateral
Bendera-bendera peserta KAA ke 60
Jakarta - Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Indonesia menjadi kesempatan Indonesia meningkatkan hubungan bilateral dengan negara-negara sahabat. Tak hanya Presiden Jokowi yang akan menghadiri pertemuan bilateral, namun Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi juga akan menghadiri pertemuan bilateral khususnya di bidang ekonomi dan kerjasama pembangunan.

Pada Senin (20/4/2015), Retno dijadwalkan bertemu dengan menteri luar negeri dari sejumlah negara yakni di antaranya, Menlu Salomon Islands Milner Tozaka, Menlu Fiji Ratu Inoke Kubuabola, dan Menlu Vanuatu Sato Kilman. Mereka akan menyampaikan pandangan negara-negara pasifik yang menilai Indonesia sebagai pintu negara-negara Asia.

"Dalam kesempatan pertemuan ini, dinyatakan kembali komitmen Indonesia untuk meningkatan kerjasama teknis dan capacity building dengan negara negara pasifik di bidang prioritas seperti manajemen pariwisata, pertanian dan penanggulangan bencana," kata Kementerian Luar Negeri dalam keterangan pers yang diterima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya, Retno akan bertemu dengan Menlu Afrika Selatan Maite Nkoana- Mashabane untuk membahas detail persiapan substansi KAA 2015 sebagai tuan rumah dari pertemuan ini. Dalam pertemuan itu juga akan dibahas Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC)yang akan ditandatangani hari ini sebagai pijakan awal kerjasama bilateral kedua negara.

"Indonesia dan Afrika Selatan, selaku ketua dan wakil ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) periode 2015-2016 berkomitmen untuk bekerjasama agar IORA dapat menghasilkan kerja sama konkret bagi penguatan kesejahteraan negara negara di Asia Tenggara. Kesempatan ini juga akan dijadikan Retno untuk menegaskan komitmen Indonesia dan Afrika Selatan sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA)agar IORA bisa menghasilkan kerjsama konkret bagi penguatan kesejahteraan negara negara di Asia Tenggara.JCBC direncanakan ditandatangani pada kesempatan pertama (hari ini)," sambungnya.

Retno juga dijadwalkan bertemu Menlu Papua New Guinea Rimbink Pato untuk berbicara terkait penguatan kerja sama ekonomi yang secara konkrit akan diselenggarakan pada Joint Ministerial Committee (JMC) ketiga pada September mendatang. Retno juga akan bertemu dengan Menlu Irak Ibrahim Al-Jafaari untuk finalisasi Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas serta mendorong pembentukan konsultasi bilateral dan nota kesepahaman kerja sama Pelatihan Diplomatik antara Indonesia dan Irak.

Terakhir, Retno akan bertemu Menlu Nepal Mahendra Bahadur Pandey untuk menyepakati peningkatan volume perdagangan kedua negara yang tahun lalu hanya US$ 17,56 juta. Nilai ini dinilai belum mencerminkan potensi kedua negara. Kerjasama yang akan dibahas keduanya lebih banyak menyentuh sektor strategis dan kerjasama pariwisata.

(bil/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads