"Setelah sekitar tiga bulan Polri tidak punya pemimpin, pasca diberhentikannya Pak Sutarman jadi Kapolri pada 16 Januari 2015, akhirnya Jumat lalu institusi tersebut punya Kapolri lagi," ujar pengamat kepolisian Aqua Dwipayana pada Senin (20/4/2015) yang turut gembira atas pelantikan tersebut.
Sesudah resmi jadi Kapolri, lanjut mantan anggota Tim Pakar Seleksi Menteri detikcom ini, Badrodin harus menunjukkan ketegasannya memimpin Polri. Jangan ragu-ragu dalam bertindak terutama membenahi internal Polri yang disoroti secara tajam oleh masyarakat, pasca perseteruan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, saat mutasi dan promosi anggota Polri berpangkat perwira menengah dan perwira tinggi, ujar Aqua, dapat dilihat secara jelas 'sentuhan' dan warna Badrodin sebagai Kapolri. Terbaik mengedepankan obyektivitas, profesionalisme, dan kinerja setiap personel. Sehingga perubahan pejabat di lingkungan Polri tidak menimbulkan polemik baik di internal maupun eksternal Polri.
"Sebagai orang pertama di Polri, Pak Badrodin harus yakin betul bahwa semua kendali di Polri berada di tangannya. Jika ada anggota Polri yang bertindak di luar itu, beliau harus berani menindak tegas dan memberikan hukuman sesuai dengan kesalahannya," ujar Aqua yang pernah mengajar Komunikasi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimpti) Polri.
Itu menurut Aqua sangat penting, sebab jika terjadi sesuatu yang negatif di Polri, pasti yang paling diminta pertanggungjawabannya adalah Kapolri. Jangan sampai Badrodin menanggung hal-hal tidak pas yang dilakukan jajarannya.
Badrodin, tambah Aqua, harus serius dan sungguh-sungguh mewujudkan pesan dan harapan Presiden Joko Widodo yakni melakukan reformasi di internal Polri. Hal itu yang paling penting, sangat mendasar, dan mendesak dilakukannya saat ini.
Jika di internal Polri dapat dilaksanakan reformasi secara keseluruhan dan komprehensif, ungkap mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini maka seluruh program di institusi tersebut akan terlaksana dengan baik sesuai yang direncanakan dan diharapkan banyak pihak. Terkait dengan itu seluruh urusan dengan pihak eksternal akan lebih mudah dilaksanakan.
Berkaitan dengan rencana Badrodin yang hari ini akan memberikan pengarahan pertama (Commander wish) kepada seluruh Kapolda dan semua Kapolres se-Indonesia, selain menyampaikan Visinya yang kemudian diturunkan menjadi 8 Misi dan 11 program prioritas, Aqua menyarankan agar mantan Kapolda Jawa Timur tersebut memberikan beberapa penekanan dan penegasan terutama untuk tidak mentolerir pelanggaran yang dilakukan anggota Polri.
Di samping itu, tambah kandidat doktor Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung ini agar Polri secara serius dan sungguh-sungguh menjalin hubungan baik dan memeliharanya dengan berbagai institusi penegak hukum di negara ini. Selain KPK juga Kejaksaan Agung.
"Setelah Pak Badrodin jadi Kapolri, institusi yang dipimpinnya tetap menjadi sorotan masyarakat. Harapan dan tuntutannya seluruh anggota Polri perilaku dan tutur katanya harus bagus dan menunjukkan keteladanan. Itu sesuai dengan motto Polri yakni Melindungi, Mengayomi, dan Melayani masyarakat. Rakyat menunggu bukti, tidak sekedar janji," tegas Aqua yang telah memotivasi ratusan ribu anggota Polri baik di seluruh Indonesia maupun di berbagai negara.
Melihat rekam jejak selama bertugas di Polri termasuk empat kali jadi Kapolda - jabatan bergengsi dan strategi di Polri - Aqua yakin Badrodin sukses memimpin Polri. Apalagi tahun depan laki-laki asal Jember, Jawa Timur tersebut mau pensiun sehingga tentunya ingin melakukan yang terbaik untuk Polri dan masyarakat Indonesia.
"Sekitar 15 bulan lagi usia Pak Badrodin genap 58 tahun. Beliau memasuki masa pensiun. Sehingga di akhir masa jabatannya beliau pasti ingin berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara. Dengan begitu akan dikenang sebagai Kapolri yang membawa perubahan signifikan ke arah yang lebih baik," pungkas Aqua.
(bil/ndr)











































