Pertemuan diawali dengan menerima Menlu Fiji Ratu Inoke Kubuabola. Pertemuan yang berlangsung antara pukul 13.00 - 13.30 WIB itu membicarakan tentang agenda kerja sama yang bakal dibahas pada Agustus 2015 mendatang.
"Kami akan bertemu lagi pada Agustus mendatang. Pertemuan itu akan memperkuat hubungan, membicarakan bebas visa, pelayanan paspor, dan lainnya," ujar Menlu Retno usai pertemuan di Ruang Cendrawasih JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu Menlu RI Retno bertemu dengan Menlu Vanuatu Sato Kilman. Pertemuan tersebut berlangsung hingga pukul 14.15 WIB dan membahas rencana pembukaan kantor perwakilan pemerintah Vanuatu di Jakarta.
"Dalam artian follow up dari keputusan politik ini dan saya kira kita cukup senang dan bangga dan menyambut baik keputusan pemerintah fanwatu untuk membuka kedubes di Indonesia," tutur Retno.
Lebih lanjut, Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia menjajakan kerja sama untuk mempererat hubungan komunitas melanesia. Sebagian penduduk Indonesia memang merupakan ras melanesia, sama seperti Vanuatu.
Setelah itu Retno ditemui oleh Menlu Afrika Selatan Maite Emily Nkoana. Hubungan kedua negara memang sangat akrab sejauh ini.
Kemudian Menlu Irak Ibrahim Al Jaafari juga menemui Retno dan lebih banyak membicarakan isu terorisme. Selanjutnya Menlu Papua Nugini Rimbink Pato pukul 17.00 WIB dan kini ditemui oleh Menlu Nepal.
(bpn/fjr)











































