"52,2 persen publik kurang puas, dan 14,4 persen publik sangat tidak puas kinerja pemerintahan Jokowi-JK bidang ekonomi," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha dalam paparan survei di Hotel Sofyan Betawi, Jl Cut Meutia, Jakpus, Minggu (19/4/2015).
Angka tersebut jika digabungkan maka 66,6 persen publik tidak puas terhadap pemerintah kinerja bidang ekonomi. Sementara sebanyak 28,7 persen atau secara rinci cukup puas (27,2%) dan sangat puas (1,5%) dengan kinerja pemerintah bidang ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian survei juga menilai persepsi publik atas kinerja pemerintah bidang pendidikan. Bidang ini relatif mendapat penilaian baik yaitu 51,4 persen responden merasa puas dengan kinerja bidang pendidikan.
"Sebanyak 43,6 persen publik menilai kurang memuaskan," ujar Hatta. Sisanya menjawab tidak tahu/tidak menjawab.
Dalam bidang kesehatan, sebanyak 52,7 persen responden menyatakan puas dengaan kinerja pemerintah dalam bidang kesehatan. Sementara yang tidak puas sebanyak 42,9 persen. Sisanya tidak menjawab/tidak tahu.
Kemudian bidang keamanan, sebanyak 50,7 persen responden menyatakan tidak puas dengan kinerja kabinet kerja bidang keamanan. Sebesar 42,7 persen puas dengan kinerja bidang keamanan.
"Mungkin karena masalah ISIS, begal, dan sebagainya," kata Hanta.
Satu lagi, kinerja pemerintah bidang hukum dan pemberantasan korupsi. Hasilnya, sebanyak 55,6 persen responden menjawab tidak puas, dan 35,6 persen menilai puas. "Kisruh KPK-Polri dan sebagainya," lanjutnya soal faktor persepsi.
Berikut secara rinci, tingkat kepuasan masyarakat kepada pemerintah Jokowi-JK:
1. Bidang Kesehatan: 52,7%
2. Bidang Pendidikan: 51,4%
3. Bidang Keamanan: 42,7%
4. Bidang penegakan hukum dan pemberantasan korupsi: 35,6%
5. Bidang Ekonomi: 28,7
(iqb/nrl)











































