Kepala Sub Direktorat Pendidikan dan Rekayasa Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Warsinem mengatakan Senin(20/4/2015) diperkirakan kondisi lalu lintas masih terbilang normal lantaran seluruh peserta KAA belum hadir. Namun, pada tanggal 21 April hingga 23 April diperkirakan lalu lintas akan padat di jalan-jalan protokol karena para pemimpin negara telah hadir.
"Tanggal 21 April para kepala negara masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma. Tentu pengawalan rombongan peserta KAA menjadi prioritas penuh dari Bandara menuju hotel, hotel menuju Jakarta Convention Center (JCC), kemudian kembali ke hotel lagi akan mendapat pengawalan penuh. Pengawalan sesuai standar internasional," ujar Warsinem kepada detikcom, Sabtu (18/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peserta KAA berdatangan berangkat dari hotel menuju JCC pada pukul 06.00 WIB-09.00 WIB.
"Ada pergeseran waktu dari hotel menuju JCC. Waltu mulai dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB tamu-tamu sudah sampai JCC. Dan karena ada 18 hotel yang akan digunakan delegasi dan mengarah ke JCC, sekian ribu orang akan mengarah ke JCC," terang Warsinem.
"Maka dari itu, diimbau masyarakat untuk jam kerjanya berangkat sebelum pukul 06.00 WIB, bagi yang kerja di daerah Jl Thamrin, Sudirman, ataupun Senayan," sambungya.
Kepolisian sudah siap mengamankan para peserta KAA yang hadir. Saat berlangsungnya KAA, seluruh jalan-jalan yang akan dilalui oleh peserta KAA akan diamankan polisi.
"Berapapun delegasi yang datang Satpatwal (polisi) siap mengamankan. Arus bandara dikendalikan satlantas, simpang-simpang jalan akan kita atur, kita prioritas kendaraan tamu peserta KAA. Saat kendaraan tamu peserta KAA melintas, di setiap simpang kita akan menghentikan pengendara motor atau mobil sejauh 20 meter dari titik simpang atau lampu lalu lintas. Ini untuk mencegah orang-orang yang menyerobot lampu lalin, menghindari tindakan-tindakan membahayakan yang mau membuat onar, kita melakukan pencegahan dini. Permasalahan sekarang kan saking banyaknya rombongan," jelas Warsinem.
(tfn/fdn)










































